Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Karena Emosi, Massa Rusak Pagar Diskotek Pentagon

12 Februari 2020, 18: 14: 40 WIB | editor : Agung Nugroho

BELA TEMAN: Puluhan orang mendatangi sebuah klub malam untuk meminta pertanggungjawaban menyusul terjadinya insiden pengeroyokan hingga tewas di kawas

BELA TEMAN: Puluhan orang mendatangi sebuah klub malam untuk meminta pertanggungjawaban menyusul terjadinya insiden pengeroyokan hingga tewas di kawasan Tegalsari, Surabaya, Selasa (11/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA )

Share this      

SURABAYA-Puluhan massa yang ikut mengiring jenazah Glenn Puttiray ke makam  Kembang Kuning, Surabaya, melintas di depan Diskotek Pentagon, Jalan Tegalsari, Surabaya, Selasa (11/2). Saat melintas ini, beberapa orang yang menggunakan atribut Maluku Satu Rasa tersebut diduga terprovokasi dan merobohkan pagar diskotek tersebut kemudian merusak beberapa barang yang berada di sisi luar tempat hiburan malam ini.

Massa tersebut beraksi di halaman diskotek yang tutup ini sekitar 15 menit. Kemudian mereka kembali berangkat menuju ke makam Jalan Kembang Kuning, Surabaya.  Glenn diketahui meninggal usai menjadi korban pengeroyokan dan sempat koma di rumah sakit. 

“Kejadiannya cepat, sekitar 15 menit. Ada polisi tapi jumlah orang-orang itu lebih banyak. Mereka menggunakan seragam hitam-hitam,” ujar Bambang, salah satu warga sekitar, kemarin.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Agus Sudaryatno sempat mendatangi lokasi. Ia meninjau tempat kejadian perkara yang masih berserakan barang yang dirusak kelompok massa ini. Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya juga sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian kemudian semuanya membubarkan diri.

Sebelumnya, Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Adhitama mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan tersebut. Pihaknya dibantu oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus meminta keterangan saksi mata. 

Pihaknya mengaku sudah memeriksa sekitar 11 orang terkait pengeroyokan yang berujung meninggalnya Gleen ini. Saksi yang diperiksa mulai petugas keamanan setempat, teman korban, bahkan beberapa warga dan ojek online yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. 

“Kami masih menyelidiki kasus ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Glenn dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (9/2) kemarin. Glenn sempat dirawat diduga usai menjadi korban pengeroyokan di depan diskotek Pentagon. Ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan hemoglobin di dalam tubuhnya.  (gun/rud)

(sb/gun/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia