Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Karma Datang Terlambat, Menghantui Saat Sudah Taubat

12 Februari 2020, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Percaya tidak percaya karma, balasan atas perbuatan yang kita lakukan, itu ada. Karma bisa baik, bisa buruk. Sialnya, yang terjadi pada Donwori, 37, adalah karma buruk. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Baru juga empat tahun Donwori menikahi Karin, 30. Sayang sekali, hubungan pernikahan itu harus kandas. Karena Karin selingkuh dan kabur dengan pria lain. 

Donwori mengaku, ia patah hati dengan perselingkuhan istri keduanya ini. Ya, kedua karena sebelum bersama Karin, Donwori sudah pernah menikah dan pernikahannya kandas juga. Patah hati Donwori ini karena dia cinta mati dengan Karin. Bahkan menurutnya, Karin adalah perempuan yang mengubah hidupnya. 

"Saya dari dulu punya reputasi playboy. Sudah puluhan wanita saya buat patah hati. Saya gak bisa setia pacaran cuma sama satu orang. Minimal tiga cewek, saya pacari bersamaan," cerita Donwori di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya pertengahan minggu lalu. Ada nada-nada sombong ketika ia bercerita.

Namun semenjak mengenal Karin, Donwori mengaku tobat. Ia putuskan semua hubungan dengan wanita-wanitanya. Kala itu, Donwori mantap ingin jadi kekasih Karin satu-satunya. Ia cinta mati pada Karin. Sejak saat itu pula, cinta Donwori dicurahkan 100 persen ke Karin. 

Namun rupanya, Karin bukan perempuan lurus seperti yang Donwori bayangkan. Setelah menikah, beberapa kali Donwori diselingkuhi oleh Karin. Itu pun sama kasusnya seperti dia dulu. Selingkuh dengan satu orang saja tak cukup. Sekali Karin selingkuh, dirapel dengan beberapa laki-laki. 

"Mungkin sekarang ini karma saya. Dulu saya selingkuhi istri saya dengan banyak perempuan. Sekarang giliran saya diselingkuhi oleh orang yang paling saya saying. Ternyata begini rasanya. Sakit juga," ujar Donwori lirih, sambil sedikit mringis. 

Namun yang ia sesalkan, mengapa karmanya datang terlambat. Kenapa tidak datang saat Donwori masih pacaran dengan perempuan lain saja. Kenapa harus terjadi saat ia bersama perempuan yang sangat dia cintai. Yang mana Donwori rela berubah demi perempuan ini. Yah…, tapi bagaimana lagi. Kita tidak bisa memilih kapan hukuman akan datang. 

Donwori sendiri mengaku sempat membiarkan beberapa kali meloloskan perselingkuhan Karin. Biar saja pacaran dengan banyak pria, asalkan statusnya tetap jadi istrinya.

Meski ia sendiri pedih kalau harus melihat istrinya sembunyi-sembunyi. Telepon panggil yang-yangan dengan laki-laki, digilir setiap hari. Belum lagi menggilir ketemuan. 

"Sifatnya dia, sama persis sama saya dulu. Ya sayang, ya cinta sama pasangan. Tapi memang tidak bisa kalau harus berhubungan sama satu orang saja. Harus banyak. Memang jiwa pengembara," pungkas Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia