Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

NYTKA, Sulam Cross Stitch Hadirkan Sejarah dalam Untaian Benang

08 Februari 2020, 18: 55: 38 WIB | editor : Wijayanto

NYTKA: Teknik sulam cross stitch yang diadaptasi dari budaya Ukraina.

NYTKA: Teknik sulam cross stitch yang diadaptasi dari budaya Ukraina. (HERNINDA CINTIA KEMALASARI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kebudayaan selalu berhasil menginspirasi. Seringkali, kolaborasi berbagai budaya mampu menjadi sesuatu dengan nilai yang lebih tinggi. Seperti budaya cross stitch yang ada di Ukraina. 

Sejarah kerajinan cross stitch sendiri telah ada sejak beberapa abad lalu dan telah membantu perempuan dari berbagai generasi dan zaman untuk melatih kemampuan literasi dan jahit menjahit.

Dengan kata lain, cross stitch telah menjadi jalan untuk para perempuan merasa terhubung satu sama lain. 

KHAS: Cross stitch melatih kemampuan perempuan dalam literasi dan jahit menjahit.

KHAS: Cross stitch melatih kemampuan perempuan dalam literasi dan jahit menjahit. (HERNINDA CINTIA KEMALASARI/RADAR SURABAYA)

Berangkat dari cerita inilah, desainer kenamaam Mel Ahyar menghadirkan koleksi busana terbarunya dalam konsep Nytka, yang dalam bahasa Ukraina berarti benang.

"Maksudnya, melalui objek yang sangat kecil dan tampak tidak berarti ini para perempuan telah membentuk sejarah dalam budaya. Seperti benang yang saling bertautan ini," terangnya.

Pada koleksi kali ini, Mel bercerita tentang sebuah teknik kerajinan istimewa yang telah diwariskan turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya yang biasa disebut cross stitch.

Terinspirasi dari pakaian adat para perempuan Ukraina yang identik dengan cross stitch, Mel menghadirkan busana dengan beragam warna, motif dan potongan.

Ada busana dengan model kemeja berpotongan balon di pergelangan tangan, potongan ragian dan siluet A. Semuanya nampak memiliki ciri khas yang sama, yakni sulam cross stitch.

"Tapi di Ukraina sendiri, sulam cross stitch dikenal sebagai kegiatan rekreasi dan telah menjadi besar dari kebudayaan dan identitas bangsa," ujarnya. 

Dalam busana etnik yang tetap nampak eyecatching ini, Mel juga menggunakan bahan-bahan lain. Kali ini ia banyak menggunakan kain linen dan rayon yang dipleats dan ditambahkan detail embroidery dan pompom. 

Mel menambahkan, perempuan cenderung memiliki dunia sendiri yang eksklusif. Sedangkan cross stitch merupakan salah satu gerbang untuk mengintip dunia rahasia kaum hawa.

Seiring berjalannya waktu, fungsi kegiatan sulam cross stitch juga turut berkembang menjadi medium bersuara para perempuan dalam tatanan sosial.

Belakangan ini, fungsi cross stitch bergeser lagi menjadi media mediatif yang banyak dipilih generasi milenial dan Z mengatasi kegelisahan mereka.

"Karena aktivitas kecil ini tidak sulit dipelajari dilakukan berulang-ulang untuk menenangkan diri dan memelihara kesehatan mental," ujarnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia