Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ready to Wear Harmoni Motif Khas Tionghoa dan Kain Nusantara

08 Februari 2020, 14: 37: 55 WIB | editor : Wijayanto

CASUAL FOR MILENIAL: Busana dari tenun Sumba Timur yang dipadupadakan dengan ornamen khas Tionghoa bisa jadi busana casul untuk milenial.

CASUAL FOR MILENIAL: Busana dari tenun Sumba Timur yang dipadupadakan dengan ornamen khas Tionghoa bisa jadi busana casul untuk milenial. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Budaya Indonesia memang kaya. Baik seni budaya maupun keragaman kerajinannya. Salah satunya ialah kain tenun ikat dari Sumba Timur. Beragam motif etnik nan otentik merupakan hasil tangan terampil masyarakat daerah yang terkenal eksotik tersebut. Tiap tenun yang tercipta pun bukan asal-asalan saja, melainkan memiliki makna mendalam. Maka tidak jarang, kain ini identik dengan kesan tua.

Oleh sebab itu, untuk lebih mendekatkan keindahan tenun Sumba Timur pada generasi milenial, Desainer Stephanie Zhang menghadirkan busana koleksi casual for milenial. Karya Stephanie dituangkan dalam bentuk pakaian ready to wear.

"Saya memang sengaja menggunakan tenun Sumba. Karena saya lihat, belum banyak fashion yang menggunakan kain ini. Selain itu, saya juga padukan kain khas Indonesia ini dengan ornamen khas Tionghoa," terangnya.

Menurutnya, padupadan dua budaya yang berbeda ini berhasil menghasilkan tampilan yang lucu. Hal ini nampak pada harmonisasi tenun ikat dari Sumba Timur dengan motif gambar ayam dan motif gambar burung phoenix, naga dan lampion yang menjadi ciri khas negeri tirai bambu itu.

"Ternyata setelah dipadukan bisa masuk. Motif dari tenun itu sendiri juga merupakan lambang kerajaan atau bangsawan. Jadi sesuai dengan perpaduan burung phoenix-nya," katanya.

Konsep busana siap pakai perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara ini hadir dengan model cutting modern. Mulai asimetris sackdress a line, dan crop top dengan kombinasi celana kulot atau rok span panjang.

Selain kain tenun, Stephanie juga menggunakan bahan lain seperti maxmara dan organza Jepang. Sehingga cocok untuk anak-anak muda dan ibu-ibu muda. "Mereka kan cenderung menyukai baju simpel, modern, tapi elegan," katanya.

Oleh sebab itu, busana ini juga didesain agar bisa digunakan untuk acara semi formal. "Jadi bisa dipakai untuk pesta. Karena tidak terlalu berat. Santai tapi trendi, sangat fleksibel," ujarnya.

Namun demikian, Stephanie tetap menampilkan ciri khasnya pada setiap karyanya. Yaitu kesan seksi pada busana ini. "Walaupun bentuknya longgar tetapi tetap menampilkan sisi seksi. Chic, simpel, elegan dan seksi. Entah pada crop atau model sleveless," imbuhnya.

Busana ini juga bisa digunakan untuk perempuan berhijab. Tinggal menggunakan dalaman panjang. "Jadi sebenarnya bisa dua look juga," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia