alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Begini Ganja Sintetis Itu Diproduksi di Apartemen Siwalankerto

08 Februari 2020, 10: 59: 45 WIB | editor : Wijayanto

RACIKAN: Bahan kimia dan tembakau Gayo yang dipakai untuk memproduksi ganja sintetis di apartemen di Siwalankerto.

RACIKAN: Bahan kimia dan tembakau Gayo yang dipakai untuk memproduksi ganja sintetis di apartemen di Siwalankerto. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Wakil Direktur Reserse Narkoba (Reskoba) Polda Jatim, AKBP Nasriadi mengatakan bahwa kamar yang digerebek karena menjadi tempat memproduksi ganja sintetis berada di lantai 10 apartemen High Point, Siwalankerto, Surabaya.

Menurut dia, ganja sintetis ini merupakan ganja yang dibuat secara kimiawi. Namun, efeknya jauh lebih merusak dan adiktif karena membuat pemakainya langsung ketagihan. “Efeknya lebih parah dari ganja asli,” katanya.

Para tersangka, ungkap Nasriadi, memiliki peran yang berbeda-beda. Aisul bertugas sebagai pembuat atau peracik, Noer dan Rico berperan sebagai pembungkus ganja.

Sedangkan Wahab membantu mengemas dan mengirim paket sesuai pesanan. “Keempatnya saat kami gerebek juga sedang pesta narkoba,” katanya.

Diterangkan Nasriadi, tersangka meracik ganja sintetis setelah mendapatkan kiriman ganja asli dan tembakau Gayo dari Cianjur, Jawa Barat. Kemudian, bahan herbal itu dicampur dengan menghamparkan tembakau yang disemprot menggunakan zat kimia yang sudah diolah dan dikeringkan.

“Zat kimia yang diamankan ada alkohol 80 persen, alkohol 70 persen, zat kimia lainnya, essence, perasa seperti rasa cokelat, perasa makanan dan lainnya,” terangnya.

Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini menuturkan, tersangka Aisul mendapatkan petunjuk pengolahan ganja sintetis dari bosnya berinisial L yang kini masih buron.

Tersangka peracik, ungkap Nasriadi, diajari langsung oleh bandar melalui komunikasi telepon. Kemudian setelah dikemas, ganja sintetis ini siap diedarkan ke kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Makassar (Sulawesi).

Mantan Kapolres Sukabumi itu menjelaskan, modus tersangka memproduksi ganja sintetis menggunakan apartemen supaya aman dan jauh dari endusan polisi.

Dari hasil pemeriksaan, sebelumnya tersangka diketahui juga memproduksi ganja sintetis di sebuah apartemen di kawasan Gayungan. Tak hanya itu, pelaku juga pernah memproduksi ganja sintetis di Nganjuk dan Malang. “Mereka melakukan kegiatan ini sejak September 2019,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Aisul sebagai peracik ganja sintetis mengaku memproduksi di apartemen Jalan Siwalankerto tersebut mulai Oktober 2019. Sebelumnya dia pernah tinggal di apartemen di kawasan Gayungan dan melakukan produksi serupa.

“Untuk pembuatannya, essence dan alkohol dimasak lalu diaduk rata,” ungkap Aisul. Setelah dimasak, cairan dimasukkan ke dalam penyemprot burung.

Kemudian, campuran kimia ini disemprotkan ke tembakau Gayo yang menjadi bahan dasar. Lalu campuran ini diaduk sampai tiga hari baru dikeringkan dan dikemas lantas dijual via online ke pemesan. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP