Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Dapat Janda Memikat, Apa Daya 'Senjata' Berkarat, Akhirnya Pilih Pegat

08 Februari 2020, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Tidak semua pasangan yang bercerai berakhir dengan buruk. Ada juga pasangan yang sama-sama legowo. Tidak membenci juga tidak memusuhi.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Seperti pasangan Karin, 48, dan Donwori, 55. Saat menikah, status Karin dan Donwori sama-sama sudah second. Donwori menikah karena digugat cerai istri, sementara Karin ditinggal mati suami. Baik Karin dan Donwori memang sejak awal tidak menutup kesempatan untuk mendapatkan pasangan lagi. Toh fisik masih kuat. “Sekalian cari teman menghabiskan masa tua, ben gak ngaplo tolah-toleh dewekan,” cerita Donwori.

Singkat cerita, menikahlah keduanya. Sebelumnya, Donwori belum kenal dengan Karin. Ia hanya ditawari oleh rekan ngopinya kalau ada rondo ayu yang mau diajak menikah. Begitu melihat fotonya, keinginan Donwori untuk menikah lagi makin mantab. “Pas ndelok fotone, beuh... sek manis koyo ABG. Loh, temenan gak mbujuk,” seru Donwori rada berlebihan.

Namun rupanya, pernikahan mereka macam dolanan. Belum juga setengah tahun menikah, keduanya sepakat untuk bercerai. Dan rupanya, masalah datang dari Donwori.

Rupanya, lama dianggurkan membuat ‘senjata’ Donwori berkarat. ‘Itu’-nya jadi melempem dan tidak sekuat dulu. Walhasil belum apa-apa, dia sudah K.O. “Wes koyo wong keciprit. Durung opo-opo, durung teko WC wes metu disikan,” lanjutnya.

Gara-gara kerap ‘keluar di luar’ inilah, Donwori jadi sungkan sendiri dengan Karin. Karena tanpa disampaikan juga, ia kerap melihat tampang kecewa yang terbersit di muka Karin manakala tengah mencoba namun tidak ‘goal’.

Walhasil, Donwori inisiatif mengajak Karin cerai duluan. Ia menegaskan, perceraian ini bukan maunya Karin. Karin mah diam saja, Donwori yang sungkan. “Tak tawari sing apik. Podo tuone, gak onok sing ditutupi. Aku terus terang anane njaluk pegat. Tak kandani sisan areke sik enom, sik ayu, golek sing sik sehat wae,” cerita Donwori, bijak.

Dipamiti begini, Karin juga tidak menunjukkan respons terkejut. Ia setuju. “Tak warah ngunu, deke manut. Paling yo gak puas sisan ambek aku. Ngene iki akhire pegatan,” pungkas Donwori, melas. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia