alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Gresik
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pernyataan Korban Perampokan di Banyutengah Berubah-Ubah

07 Februari 2020, 18: 32: 31 WIB | editor : Wijayanto

MENUNGGU: Korban Naimatun dimintai keterangan anggota penyidik Polsek Panceng.

MENUNGGU: Korban Naimatun dimintai keterangan anggota penyidik Polsek Panceng. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kasus perampokan dan tindak kekerasan yang dalami Naimatun, pemilik warung kopi (warkop) di RT 4 RW 1 Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, masih simpang siur. Saat pemeriksaan, warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, itu sering memberikan pernyataan yang berubah-ubah.

Sebelumnya Naimatun mengaku jika dirampok dua pria dengan perawakan tinggi gempal. Salah satunya berperawakan botak kekar. Uang dan perhiasan Rp 25 juta lenyap. Namun, pernyataan kembali berbeda.

Naimatun mengaku jika Selasa (4/2), pukul 22.30, pria menggunakan jaket dan celana hitam. Satunya mengenakan kaos warna merah dengan celana pendek warna biru. “Mereka kabur menggunakan motor Honda Scoopy warna hitam merah,” ungkap Naimatun.

Dirinya juga mengaku dicekik, dibungkam dengan celana dalamnya disuruh meminum bensin dan dipukuli. "Saya kaget dua orang laki-laki mencekik saya.

Naimatun mengaku jika usia pelaku 18, berbeda dengan perawatan besar dan plontos yang sebelumnya disampaikan. Naimatun mengaku hampir satu jam diperlakukan tidak menyenangkan.

Uang Rp 15 juta dan perhiasan 60 gram dibawa kabur mereka, padahal sebelumnya ia menyampaikan hanya 60 gram.  “Total diperkirakan Rp 25 juta," jelasnya.

Lagi-lagi, Naimatun yang awalnya tidak dikenal, tapi menyatakan jika dua pelaku datang dua kali ke warungnya, yakni Senin (27/1) pukul 10.00 dan Senin (3/1) pukul 20.30 WIB. 

“Sekitar pukul 21.00 WIB mereka pulang. Warung saya ditutup. Namun sekitar pukul 21.30 kembali ke warung saya lewat kamar mandi dan tiba-tiba mencekik saya secai bergantian," ujarnya.

Kasi Pelayanan Desa Campurejo Kecamatan Panceng Sujai mengaku jika Naimatun sering bikin sensasi. Naimatun diketahui sudah 17 tahun berpisah dengan suaminya.

"Dulu 4 tahunan lalu, Naimatun mendirikan warung di ujung (tidak jauh dari warungnya sekarang). Dulu ngaku pernah dirampok, tapi pas diamati warga, tidak ada," jelasnya Suja'i.

Sementara Kapolsek Panceng AKP Darsuki mengatakan belum dapat memastikan kejadian tersebut benar atau tidak. Tapi pihaknya masih melakukan penyelidikan. " Sekarang ini masih proses penyelidikan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, Naimatun mengaku kaget usai dirampok oleh dua pelaku. Ia sempat dibawa ke puskesmas. Petugas setempat pun belum dapat memastikan korban benar-benar kaget karena dugaan perampokan.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia