alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Pakai Cantrang, Nelayan Lamongan Diamankan Warga Bawean

07 Februari 2020, 17: 51: 53 WIB | editor : Wijayanto

USAI SALAT: Para ABK Kapal berada di Sebuah Masjid Desa Sidogedungbatu dan ditampung di rumah warga.

USAI SALAT: Para ABK Kapal berada di Sebuah Masjid Desa Sidogedungbatu dan ditampung di rumah warga. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

BAWEAN – Sejumlah nelayan asal Lamongan diamankan warga Bawean. Ini dilakukan lantaran nelayan tersebut mencari ikan dengan menggunakan cantrang. Para nelayan yang datang denga perahu Barokah Illahi tersebut kini ditampung disalah satu rumah warga. Mereka akan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sangkapura.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan ini bermula saat nelayan Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura Bawean mendapat informasi ada perahu dari luar Pulau Bawean yang sedang mencari ikan diwilayah perairan Bawean dengan menggunakan jaring cantrang.

Padahal, sesuai kesepakatan hal tersebut dilarang karena dapat merusak terumbu karang. Mendengar informasi tersebut, warga langsung bergegas menuju ke tengah laut untuk memeriksa kebenarannya.

Saat didekati ternyata ternyata benar. Mereka sudah menebarkan jaring dan tidak jauh dari perairan Bawean. Setelah diamankan semua nelayan tersebut dibawa ke pinggir. Tepatnya, di Desa Tajung dan Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Bawean.

"Iya benar memang ada nelayan dari Lamongan yang diamankan nelayan Bawean karena menggunakan cantrang," ujar Kanit Satpolair Polsek Sangkapura, Bripka Sodik, Rabu (5/02).

Saat para nelayan asal Lamongan tersebut hendak ke pinggir pantai, kapalnya pecah menabrak terumbu karang. Kemungkinan karena belum menguasai jalur perairan di sini. “Untungnya 16 ABK tersebut bisa diselamatkan dan sementara ditampung di rumah warga,” ungkap dia. Semua ABK perahu Baroka Illahi menjalani pemeriksaan di Polsek Sangkapura. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia