alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

309 Calon PPK di Pilkada Surabaya Jalani Tes Wawancara

06 Februari 2020, 15: 33: 47 WIB | editor : Wijayanto

TES CALONS PPK: Calon anggota PPK saat menjalani tes tertulis beberapa waktu lalu.

TES CALONS PPK: Calon anggota PPK saat menjalani tes tertulis beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sebanyak 309 dari 583 calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Surabaya 2020 yang dinyatakan lolos seleksi tertulis. Dari calon PPK yang lolos seleksi tersebut akan mengikuti tes wawancara pada 8-10 Februari 2020.

Tes wawancara hari pertama dilaksanakan di Kecamatan Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan dan Karangpilang. Kemudian wawancara hari kedua digelar di Kecamatan Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir.

Sedangkan wawancara hari ketiga digelar di Kecamatan Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo dan Wonokromo.

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya Soeprayitno mengaku pihaknya juga mengharapkan ada saran dari kalangan masyarakat mengenai rekam jejak para calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) Pilkada Surabaya 2020 yang lolos 10 besar.

Menurutnya saran tersebut bisa menghasilkan PPK berkualitas dan tidak berafiliasi dengan warna tertentu. “Ini menjadi penting supaya jangan sampai ada badan adhoc nantinya yang merupakan mantan tim sukses calon anggota legislatif, mantan caleg atau bahkan kader partai,” tegasnya.

Soeprayitno mengatakan selama ini, KPU dalam melakukan seleksi pemberkasan selalu berjenjang dan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Kemudian verifikasi oleh semua komisioner. “Penilaian hasil tes tulis oleh korektor dan verifikasi oleh lintas komisioner,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan tahapan seleksi badan adhoc seluruhnya menggunakan sistem gugur. Ia menambahkan bahwa seluruh biaya pelaksanaan seleksi, tidak dibebankan ke peserta. “Semuanya gratis,” pungkasnya. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia