alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Renovasi Makam Mbah Bungkul, Penduduk Asli Dipindah ke Rusunawa

Lima KK Masih Ngotot Bertahan

05 Februari 2020, 14: 06: 14 WIB | editor : Wijayanto

DIRENOVASI: Komplek Makam Ki Ageng Bungkul yang berada di pusat kota Surabaya.

DIRENOVASI: Komplek Makam Ki Ageng Bungkul yang berada di pusat kota Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus membenahi situs-situs atau bangunan peninggalan sejarah. Salah satunya renovasi kompleks Makam Mbah Bungkul di Taman Bungkul, kawasan Jalan Raya Darmo, Surabaya. Upaya pemugaran dilakukan sejak Oktober 2019 berupa renovasi masjid.

Ada sejumlah perubahan desain. Dari rencana dibangun dua lantai, akhirnya tetap satu lantai. Ini setelah pemkot mendapat masukan dari juri kunci tempat ziarah itu. Masjid tetap satu lantai seperti semula.

"Tapi kapasitas masjidnya lebih luas dari yang lama. Sebelum dipugar, kapasitas masjid 70-an jamaah nantinya bisa menampung 140 jamaah," kata Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Krestian.

Camat Wonokromo: Kami Tak Ingin Sakiti, Mereka Berjasa Jaga Makam

Setelah masjid terbangun, pengerjaan dilanjutkan dengan revitalisasi kompleks makam. Dimulai dari mencocokkan desain dengan kondisi di lapangan. Berdasar desain yang sudah dibuat, kompleks makam Mbah Bungkul dibagi menjadi 13 bagian. Konsepnya dibuat lebih terbuka. "Ditambah meeting point dan ruang tunggu jamaah yang lebih luas," katanya.

Revitalisasi kompleks Makam Mbah Bungkul itu memang belum bisa dilakukan secara optimal. Sebab, masih ada 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kompleks tersebut. Pemkot berencana memindahkan mereka ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Dari 15 KK itu, yang 10 KK bersedia direlokasi. Sedangkan 5 KK sebagai penduduk asli memilih tetap bertahan. (rmt/rek)


16 Makam Utama di Taman Bungkul

1. Ki Ageng Pengging
2. Mbah Endang
3. Mbah Wali Peking
4. Mbah Aji Rogo
5. Mbah Wongso
6. Mbah Prabu
7. Mbah Purbo
8. Mbah Suro Kuning
9. Mbah Boyo
10. Mbah Ronggo
11. Mbah Moh. Kojin
12. Mbah Saleh
13. Mbah Ibrahim
14. Mbah Sapu Jagat
15. Mbah Sigit
16. Mbah Kadal Buntung

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia