alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kenaikan Harga Cabai Jadi Penyumbang Utama Inflasi

04 Februari 2020, 18: 42: 18 WIB | editor : Wijayanto

PEDAS: Harga cabai yang melejit hingga Rp 80 ribu per kilogram, menjadi penyumbang utama inflasi di Januari.

PEDAS: Harga cabai yang melejit hingga Rp 80 ribu per kilogram, menjadi penyumbang utama inflasi di Januari. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat adanya inflasi sebesar 0,50 persen pada Januari kemarin. Tercatat pula dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,84 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan menuturkan, kota dengan inflasi tertinggi kedua ialah Surabaya dan Kediri sebesar 0,52 persen, Banyuwangi sebesar 0,51 persen, Malang sebesar 0,41 persen, Probolinggo sebesar 0,40 persen, Jember sebesar 0,38 persen, dan Madiun sebesar 0,35 persen.

Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,03 persen.

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,50 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,17 persen.

Terakhir kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,76 persen. "Dari sebelas kelompok pengeluaran, tujuh kelompok tersebut memberikan andil atau sumbangan inflasi," terangnya.

Dadang menjelaskan, dari tiga subkelompok makanan minuman dan tembakau, semua mengalami inflasi. "Subkelompok makanan yang mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 1,62 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak berakohol sebesar 0,18 persen," ujarnya.

Kelompok makanan memberikan andil atau sumbangan inflasi sebesar 0,36 persen. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu cabai rawit sebesar 0,10 persen, cabai merah sebesar 0,07 persen dan bawang putih sebesar 0,02 persen.

"Komoditas cabai rawit dan cabai merah menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jawa Timur. Sedangkan komoditas bawang putih menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir semua kota IHK di Jawa Timur, kecuali di Malang," urainya.

Sementara, pada kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran, hanya memiliki satu subkelompok ini yang mengalami inflasi. Kelompok ini memberikan andil atau sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu pecel sebesar 0,01 persen.

Berdasarkan catatan tingkat inflasi tahun kalender, Januari mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun, yakni Januari 2020 terhadap Januari 2019 mengalami inflasi sebesar 2,02 persen. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP