alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pilkada Surabaya Diprediksi Diikuti Tiga Paslon

Belum Tentukan Calon, 4 Parpol Bisa Ketinggalan

31 Januari 2020, 17: 07: 54 WIB | editor : Wijayanto

Dosen FISIP UINSA Andri Arianto

Dosen FISIP UINSA Andri Arianto (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Suhu politik di Surabaya kian menghangat. Ini setelah lima partai politik (PKB, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra) melakukan deklarasi mengusung mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya. PDI Perjuangan bisa dipastikan bakal mengusung calon sendiri karena punya 15 kursi di DPRD Surabaya.

“Tinggal Golkar, PKS, Nasdem, dan PSI yang belum. Kalau empat parpol itu koalisi artinya akan muncul tiga pasangan calon. Saya lihat hingga saat ini belum ada indikasi koalisi,” ujar Pengamat Politik dan Kebijakan Politik Surabaya, Andri Arianto.

Andri menilai Golkar dan PKS sangat mungkin berkoalisi. Hanya saja, menurut dia, koalisi ini akan rawan karena sama-sama memiliki lima kursi. Juga sama-sama memiliki calon dari kader internal. “Masalahnya, siapa yang mau jadi nomor 2? Kalau tidak segera memutuskan, risiko terbesarnya perpecahan internal partai,” katanya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) itu menambahkan, jika Golkar berkoalisi dengan Partai Nasdem yang punya tiga suara, maka total suaranya hanya delapan. Begitu pula jika dengan PSI yang memiliki empat suara. “Hanya sembilan suara. Apalagi PSI tetap kukuh dengan konvensi internal,” jelasnya.

Andri mengatakan, kalau Golkar tidak menentukan calon maka akan ketinggalan. Sebab, lima parpol yang sudah mengusung Machfud Arifin sudah berlayar. Ada kemungkinan lima parpol itu bakal menggandeng Golkar. “Hanya saja, Golkar mau atau tidak? Kalau tidak bisa, ya akan ditinggal. Selain itu, kalau Golkar berkoalisi dengan PDIP pasti akan inferior atau di bawah bayang-bayang PDIP,” tegasnya.

Andri menambahkan, PKS juga sama bimbangnya. Pilihannya, mengajukan kader sendiri, bergabung dengan koalisi lima parpol, atau PDIP. “Semoga partai yang belum bersikap tidak ketinggalan gerbong yang sudah jalan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Surabaya Ahmad Suyanto mengatakan bahwa partainya sudah memiliki pengantin. Tinggal menunggu calon besan yang mau melamar.

Seperti diketahui, PKS sudah menyiapkan kader internal sebagai calon wali kota dan/atau calon wakil wali kota. Yakni Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, anggota DPR RI Sigit Sosiantomo, mantan anggota DPRD Jatim Ahmad Jabir, mantan anggota DPRD Surabaya Ahmad Zakaria, dan Ketua DPD PKS Surabaya Ahmad Suyanto.

“Kami sudah  komunikasi dengan partai lainnya dalam rangka membentuk koalisi. Tinggal menunggu mau atau tidak dengan calon kami,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Surabaya Hari Santosa mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan, nama-nama yang muncul dalam penjaringan adalah Visensius Awey, kader internal, kemudian Gus Hans (KH Zahrul Azhar Asumta) dan Hariyanto dari luar.

“Yang paling memungkinkan adalah mencari parpol koalisi yang sevisi dengan Nasdem. Informasi yang saya dapat, Machfud Arifin sudah melakukan pendaftaran melalui DPP,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan, saat ini partainya sudah menyiapkan tiga nama. “Sejauh ini Gus Hans adalah kader potensial Golkar.

Hanya saja, kami masih menunggu rekomendasi dari DPP. Nah, untuk dua nama nonkader itu tidak bisa kita sebutkan sekarang. Nanti saja kalau waktunya sudah tepat,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP