alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Stok Gula di Pasar Surplus tapi Langka, Harga Jadi Naik

27 Januari 2020, 23: 55: 41 WIB | editor : Wijayanto

STOK AMAN: Pemprov Jatim dan Bulog memastikan bahwa saat ini pasokan gula aman. Tim pun digerakkan untuk mencari penyebab langka dan mahalnya gula di pasaran.

STOK AMAN: Pemprov Jatim dan Bulog memastikan bahwa saat ini pasokan gula aman. Tim pun digerakkan untuk mencari penyebab langka dan mahalnya gula di pasaran. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sejumlah masyarakat mengeluhkan mahalnya harga gula yang ada di pasaran. Tak hanya itu, komoditas ini juga terbilang langka. Hal ini diketahui dari sejumlah toko, pasar hingga mini market yang tidak memiliki stok komoditas ini.

Meski demikian, Kepala Dinas Perkebunan Jatim Karyadi mengatakan, produksi gula tahun 2019 ini mengalami surplus. “Tahun 2019 jumlah produksi gula di Jatim sekitar 1.046.000 ton. Sedangkan kebutuhan gula setiap tahunnya hanya 450.000 ton. Ini artinya surplus,” ujarnya.

Menurutnya, dari 35 pabrik gula di Jatim, yang berfungsi hanya 31 pabrik saja. Dari masing-masing pabrik itu bisa menghasilkan 159.000 ton. “Sedangkan untuk produksi nasional diketahui sebesar 2. 221.000 ton gula. sebesar 47 persennya berasal dari Jatim. Stok gula kita bisa dibilang melimpah, nah kalau ditanya soal kelangkaan dan mahalnya harga lebih baik ke dinas terkait,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bulog Jatim Khozin mengatakan, stok gula yang dimiliki bulog saat ini sebanyak 170.000 ton. Menurutnya, jumlah tersebut tersebar di seluruh gudang Bulog yang ada di Jatim. “Selain itu, gula tersebut juga untuk melayani Rumah Pangan Kita (RPK) yang ada di Jatim,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk turun langsung mengecek gudang-gudang pabrik gula, baik BUMN maupun swasta. Ia juga meminta Disperindag Jatim untuk segera melakukan koordinasi dengan pabrik gula, serta memastikan adanya sisa tebu yang belum digiling.

“Juga mendorong pabrik gula dan distributor pedagang untuk mengeluarkan stok yang ada di gudang untuk distribusikan ke pasar. Hal ini bertujuan untuk bisa memaksimalkan penggilingan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengecekan ulang agar bisa maksimal,” kata Khofifah.

Khofifah memastikan pada Januari 2020, pihaknya terus melakukan operasi pasar di seluruh kabupaten/ kota di Jatim, bekerja sama dengan pabrik gula, PTPN, distributor, dan Bulog.

Bentuk antisipasi adanya oknum pengusaha yang melakukan penimbunan, Khofifah meminta Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak untuk berkoordinasi dengan Polda Jatim. “Pemprov Jatim ingin melakukan langkah-langkah penegakan peraturan yang sudah ditetapkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penimbunan,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP