Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Terima Pasien dari RRT, Humas RS Soetomo: Bukan Corona tapi Bronchitis

27 Januari 2020, 07: 07: 36 WIB | editor : Wijayanto

KLARIFIKASI: Kepala Humas RSU Dr Soetomo, dr Pesta Manurung.

KLARIFIKASI: Kepala Humas RSU Dr Soetomo, dr Pesta Manurung. (DOK/GRAFIS RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo kedatangan pasien yang dicurigai terjangkit virus corona. Ia adalah Ny. W, 26, warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dari Provinsi Guangzhou, yang masuk ke IGD RSUD dr Soetomo, Minggu pagi (26/1). Ny. W awalnya dicurigai mengidap penyakit corona karena menunjukkan gejala batuk akut dan sesak nafas.

Kepala IGD RSUD Dr. Soetomo, dr Adrian Hariastawa menyampaikan, kecurigaan ini diperkuat dengan catatan bahwa pasien datang dari Tiongkok pada tanggal 5 Januari yang lalu. Dia mengalami batuk-batuk selama satu minggu terakhir. Namun, Adrian menjelaskan bahwa saat ini tim dokter belum memastikan apakah benar pasien sakit karena corona atau bukan.

Sampai berita ini dibuat, tim dokter masih melakukan investigasi lebih lanjut. ”Belum (dipastikan corona, Red) karena pasien datang dengan diagnosis bronchitis akut. Jadi belum pasti infeksi virus corona,” terang Adrian kepada Radar Surabaya. 

Meski demikian, sebagai langkah preventif, pasien yang merupakan guru bahasa Mandarin ini dirawat di ruang isolasi khusus di IGD. Ia tidak berbaur dengan pasien IGD yang lain. Sehingga semisal pasien ini benar-benar terjangkit virus corona, tidak sampai menulari yang lain. 

Adrian memastikan, kalaupun nanti benar ada pasien yang terjangkit virus corona di RSUD dr Soetomo, pihaknya sudah siap melakukan penanganan. “Kalau ada pasien datang dari luar, dugaan dua minggu dari Tiongkok dengan gejala seperti panas, muntah dan sesak nafas, sudah kita anggap ke corona,” lanjutnya. 

Selain itu, RS Soetomo juga sudah mempersiapkan tim dokter ahli. Termasuk beberapa ruang isolasi yang terdiri dari sepuluh bed. Empat di buffer dan enam di irik yang sudah standby sejak lama dengan grade nomor satu. Bahkan jika pasien datang dengan alat bantu pernafasan seperti ventilator, pihaknya juga sudah siap. 

Sementara itu, Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Manurung menyampaikan, pasien IGD asal Tiongkok itu tidak memenuhi syarat sebagai pasien dengan suspect corona.

Pesta menjelaskan, kriteria pasien dengan corona di antaranya adalah pasien yang berkunjung ke daerah terinveksi kurang dari 14 hari (dua minggu). Ada kontak dengan yang baru datang dari Wuhan, daerah asal penyebaran corona di Tiongkok. Ditambah gejala demam batuk yang akut dan sesak nafas sampai tidak sadarkan diri.

"Kalau (pasien) yang ini hanya batuk-batuk saja, kriterianya bronchitis,” tukasnya. (ism/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia