Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
Terkait Aset Mantan Bupati Mojokerto

Ketua Partai Nasdem Gresik Diperiksa KPK

24 Januari 2020, 20: 18: 43 WIB | editor : Wijayanto

SAKSI: Ketua Partai Nasdem Saiful Anwar usai diperiksa KPK.

SAKSI: Ketua Partai Nasdem Saiful Anwar usai diperiksa KPK. (ISTIMEWA)

Share this      

MOJOKERTO - Ketua DPD Partai Nasdem Gresik Saiful Anwar diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait mantan Bupati Mojokerjo Mustafa Kamal Pasha (MKP) yang terjerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 82 miliar.

Lembaga antirasuah itu memeriksa pengusaha tambang asal Gresik itu bersama mantan Ketua Himpunan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Mojokerto Khoirul Izza di lantai II Aula Wirapratama Polresta Mojokerto, Jumat (24/1).  

Saat pemeriksaan, Saiful Anwar ditemani istrinya sekitar pukul 11.42. Saiful mengaku diminta keterangan KPK terkait TPPU yang melibatkan MKP. ’’Iya, kasus TPPU (MKP),’’ ungkapnya.

Menurut dia, pemeriksaan terhadapnya masuk perihal pinjam foto kopi dan mobil Nasdem yang dilakukan MKP pada 2014 lalu. ’’Hanya soal pinjam foto kopi sama mobil di Nasdem sekitar 2014,’’ ujarnya sembari meninggalkan wartawan.

Selain Saiful, ada 16 orang yang diperiksa terkait TPPU MKP yang juga melibatkan mantan Bupati Nganjuk Taufikurrohman.

Mereka di antaranya yang diperiksa adalah empat orang pegawai BCA yakni Sony Ukar Dinato, Budi Santoso Wono, Mudjiastuti dan Soegiono.

Sedangkan dari Pemkab Mojokerto diperiksa Kabag Pembangunan Renaldi, Nabila dari pihak CV Musika yang menjadi perusahaan keluarga MKP, serta Marlik Yulia, Ferry dan Rosa Okta dari PT Sandjaja Surabaya. Berikutnya mantan KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafiq.

KPK juga memeriksa sejumlah pihak lainnya yang diketahui mengetahui aliran dana dari MKP meliputi Verta Mega, Syaifu Anwar berikut istrinya anggota DPP Nasdem Jatim, dan mantan Ketua Himpaudi Kabupaten Mojokerto, Khoirul Izza, pensiunan PNS Haris, dan Suwito Ribut Basuki yang juga PNS Pemkot Madiun, Budiono dan Sudrajad dari Nganjuk.

Sementara itu, Sekretaris DPD Nasdem Gresik Musa mengaku belum tahu kalau ada pemeriksaan terhadap Saiful Anwar. “Saya belum dengar,” singkat Musa. 

Sekadar diketahui, MKP disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

MKP dinyatakan bersalah dalam kasus gratifikasi pembangunan menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama Group dan PT Protelindo di Mojokerto.

MKP terbukti menerima hadiah gratifikasi sebesar Rp 2,750 miliar. Dalam sidang vonis pada Senin (21/1) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman 8 tahun kurungan penjara.

MKP juga didenda sebesar Rp500 juta subsider kurungan selama 4 bulan, serta harus mengembalikan uang suap sebesar Rp 2,750 miliar. (dor/yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia