Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Virus Corona, Khofifah Cek Thermal Scanner di Bandara Juanda

24 Januari 2020, 18: 29: 58 WIB | editor : Wijayanto

AMATI: Gubernur Khofifah mengecek peralatan body thermal scannder di Bandara International Juanda.

AMATI: Gubernur Khofifah mengecek peralatan body thermal scannder di Bandara International Juanda. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Untuk mengantisipasi masuknya virus Corona dari Tiongkok, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah antisipatif. Khofifah meninjau kesiapan petugas dan alat milik tim kesehatan imigrasi di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jumat (24/1).

Bahkan, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu memastikan langsung alat pendeteksi suhu tubuh atau Body Thermal Scanner (BTS) yang dipasang di terminal kedatangan internasioonal Bandara Juanda berfungsi optimal, khususnya bagi penumpang kedatangan internasional.

Peninjauan langsung tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan agar masyarakat Jatim tidak khawatir dan tidak terjangkit virus baru tersebut.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, virus Corona diduga penularannya dilakukan dari hewan ke manusia dikarenakan kasus yang muncul di kota Wuhan, Tiongkok. Semua yang terjangkiti memiliki riwayat kontak dengan hewan.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, pada tanggal 5 Januari, Menteri Kesehatan mengirimkan surat edaran kepada Kepala Dinas Kesehatan yang berisikan antisipasi dan kewaspadaan secara lebih seksama.

Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, Khofifah minta seluruh penerbangan internasional dari Tiongkok diminta untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan. Harapannya, jika masing-masing penumpang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan tersebut bisa terdeteksi secara awal dari gejala yang dimiliki oleh penumpang.

"Kita bisa lihat alat deteksi suhu tubuh bekerja. Bagi penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius akan diperiksa oleh tim kesehatan dari Bandara. Mudah-mudahan ini bisa memberikan perlindungan masyarakat dengan baik sehingga ketika mereka berada di Provinsi Jawa Timur merasa aman dari virus corona," ungkapnya.

Mantan menteri sosial ini memastikan bahwa Pemprov Jatim akan memproteksi warganya dengan mensiapsiagakan ruang isolasi yang telah disiagakan di RSUD dr Soetomo, RSUD Soedono Madiun dan RS Saiful Anwar Malang.

"Jadi siapa pun yang ada di Jatim kita ingin memberikan  proteksi dengan baik. Seluruh tim dari ketiga rumah sakit Pemprov Jatim yakni RSUD dr Soetomo, RSUD Saiful Anwar dan RSUD Soedono  dalam keadaan yang sudah terkoordinasikan. Saya juga minta Dinas Kesehatan untuk terus memonitor," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya M Budi Hidayat menjelaskan bahwa Bandara International Juanda memiliki alat pendeteksi suhu tubuh yakni Body Thermal Scanner. Body Thermal Scanner sendiri merupakan alat pendeteksi tubuh yang diperuntukkan bagi penumpang kedatangan internasional di Bandara dan Pelabuhan.

"Alat ini mampu mendeteksi setiap penumpang  dalam radius sampai 10 meter. Alat ini  disetting  jika suhu tubuh berada diatas 38 derajat celcius alarm akan berbunyi sebagai pertanda bahwa penumpang tersebut perlu diidentifikasi di ruang isolasi bandara untuk selanjutnya di rujuk ke tiga rumah sakit Pemprov Jatim yang telah ditunjuk," ungkapnya.

Ia melanjutkan, peningkatan suhu tubuh dari penumpang adalah tanda utama dari gejala penyakit atau infeksi, salah satu diantaranya virus corona.

"Kalau sudah terdeteksi diperiksa oleh dokter apakah penyakit berkaitan dengan virus atau tidak. Jika terdeteksi akan dilakukan di ruang perawatan dan isolasi di RSUD dr Soetomo, RS Dr Saiful Anwar dan RS Dr Soedono," jelasnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia