Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Siap Tanggung BPJS Anak Disabilitas

24 Januari 2020, 16: 05: 34 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Tri Rismaharini

Wali Kota Tri Rismaharini (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Kepedulian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terhadap anak-anak Surabaya sangat tinggi, terutama anak-anak disabilitas. Hal tersebut terlihat ketika dirinya bertemu dengan pengurus Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus YPAC menyampaikan beberapa hal tentang kondisi anak-anak binaannya beserta kondisi yayasannya. Salah satu yang disampaikan adalah beberapa anak didiknya belum memiliki BPJS Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Risma mengaku siap menanggung BPJS anak-anak itu apabila memang termasuk warga Kota Surabaya. Menurutnya, hal-hal semacam inilah yang selalu ada dalam pikirannya. “Bahkan, kalau salat malam, pasti saya tangisi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum YPAC Surabaya Wiwiek Teddy Ontoseno mengaku sangat senang karena aspirasinya diberikan solusi oleh Risma. Ia juga berterima kasih banyak karena yayasannya sebentar lagi akan dibangunkan perpustakaan. “Kami berterima kasih karena sekolahan kami juga sudah disurvei Dinas Perpustakaan,” kata Wiwiek.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan menemui Risma adalah untuk memperjuangkan anak didiknya yang masih belum ter-cover BPJS. Ia memastikan bahwa pada yayasannya itu ada sebanyak 80 anak dan 38 anak di antaranya belum memiliki BPJS.

“Nah, dari 80 anak itu beberapa di antaranya sudah punya BPJS, tinggal 38 anak yang belum punya BPJS. 20 anak di antaranya ada yang di-cover pemerintah, 13 anak mandiri karena mungkin mampu dan ada pula yang sudah di-cover oleh perusahaan orang tuanya bekerja,” kata dia.

Oleh karena itu, dia mendatangi Risma untuk meminta bantuan supaya 38 anak itu juga diikutkan BPJS oleh Pemkot Surabaya. Wiwiek pun mengaku puas dan senang karena Risma tanpa pikir panjang langsung menyanggupi untuk mengurus BPJS anak-anak itu. “Jadi, nanti sisanya 38 anak itu katanya mau diuruskan oleh pemkot,” ujarnya.

Di samping itu, Wiwiek juga mengaku mengeluhkan kesejahteraan guru-guru atau karyawan YPAC yang sampai saat ini masih jauh dari kata layak. Padahal, tugas mereka sangat berat dalam membimbing anak-anak luar biasa ini. “Alhamdulillah tadi juga sudah ada solusi dari Bu Risma bahwa mereka nanti akan menjadi tenaga kontrak Pemkot Surabaya, tapi penempatan kerjanya di YPAC,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Wiwiek juga menyampaikan bahwa di daerahnya masih ada genangan air kalau hujan dan berharap untuk dicarikan solusinya. Wali Kota Risma pun siap mengatasi genangan itu dan langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan untuk mengatasi genangan tersebut. “Soal genangan air, katanya akan segera diatasi,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia