Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Harga Bakal Naik, Konsumsi Elpiji di Jatim Masih Stabil

24 Januari 2020, 15: 06: 12 WIB | editor : Wijayanto

MASIH NORMAL: Suasana pengisian ulang gas elpiji ke dalam tabung gas tiga kilogram di Integrated Terminal Surabaya Pertamina MOR V Surabaya.

MASIH NORMAL: Suasana pengisian ulang gas elpiji ke dalam tabung gas tiga kilogram di Integrated Terminal Surabaya Pertamina MOR V Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyalurkan subsidi LPG (elpiji) melon atau LPG 3 kilogram secara tertutup mulai semester II 2020. Artinya, harga tabung gas LPG 3 kilogram bakal naik bagi masyarakat golongan mampu.

Namun demikian, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali, Nusa tenggara mengklaim belum ada pengumuman terkait kenaikan harga LPG 3 kilogram. Menurut Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, sebagai operator, Pertamina prinsipnya siap dengan kebijakan pemerintah terkait mekanisme distribusi termasuk dengan penentuan harga. "Sampai saat ini harga masih tetap dan konsumsi LPG juga stabil," terangnya.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2019 kemarin, konsumsi LPG rata-rata normal harian di Jatim yakni  4.000 metric ton (MT) per hari. Sementara selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, pihaknya mencatat adanya kenaikan sebesar 5 persen, baik LPG 3 kg maupun yang non subsidi. Menurutnya, konsumsi rata-rata LPG selama masa satuan tugas (Satgas) Nataru kemarin mencapai 5.565 MT per hari. Bahkan pada 30 Desember, mencapai puncak penyaluran tertinggi sebesar 5.715 MT.

Di lain sisi, LPG non subsidi di Jatim, khususnya di sektor non rumah tangga, meningkat pesat mencapai 41 persen dari rata-rata normal harian. "Kenaikan tersebut karena meningkatnya kebutuhan untuk konsumen seperti perhotelan, restoran, dan kafe yang melayani masyarakat yang berlibur," ujarnya.

Tercatat, jumlah konsumsi LPG non subsidi non rumah tangga tersebut 85 MT per hari dari rata-rata normal harian sebesar 60 MT per hari.

Rustam menambahkan, pihaknya akan selalu memastikan availability produk LPG untuk masyarakat. Setelah adanya keputusan, pihaknya akan memastikan lembaga penyalur siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut. "Saat ini kami juga masih menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah untuk skema atau mekanisme dan waktu pelaksanaannya," ujarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia