Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Batu-Malang Koneksikan tempat Wisata dengan Kereta Gantung

24 Januari 2020, 14: 55: 49 WIB | editor : Wijayanto

WISATA ALAM: Selecta salah satu destinasi wisata favorit di Batu.

WISATA ALAM: Selecta salah satu destinasi wisata favorit di Batu. (NET/OKEZONE)

Share this      

SURABAYA – Untuk membangun konektivitas transportasi berbagai destinasi wisatanya yang tersebar di seantero wilayah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengusulkan adanya moda kereta gantung ke titik-titik wisata tersebut.

Hal ini disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko melalui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa langsung ke Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat keduanya bertemu di VIP Room Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, kemarin. Menhub pun menyambut baik usulan tersebut dan meminta Pemprov Jatim untuk menyusun anggarannya.

Menurut Khofifah, studi kelayakan alias feasibility study untuk proyek kereta gantung itu telah selesai. Pemkot Batu bahkan telah mengumpulkan dana Rp 350 miliar untuk mewujudkan moda tersebut.

“Walikota Batu juga sudah siap melakukan ground breaking. Sekarang yang beliau ingin mendapatkan bantuan terkait izin untuk membangun konektivitas ini, apakah dengan moda kereta gantung, atau lainnya,” katanya.

Tidak hanya Kota Batu, menurut Khofifah, Wali Kota Malang Sutiaji juga telah mengajukan hal serupa. Sebab, Kota Malang juga ingin membangun konektivitas antar-tempat wisata dengan moda kereta gantung. Dua kota tersebut benar-benar mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatannya.

“Investornya sudah final kira-kira harganya sepertiga dari LRT. Jika LRT sekitar Rp 560 hingga 600 miliar per kilometer, kalau ini Rp 160-an miliar,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia