Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

DPM-PTSP Berikan 40 Izin Usaha kepada UMKM

24 Januari 2020, 14: 00: 12 WIB | editor : Wijayanto

APRESIASI: Para pelaku UMKM langsung mendapatkan pelayanan untuk mendapatkan izin usaha dari DPM-PTSP.

APRESIASI: Para pelaku UMKM langsung mendapatkan pelayanan untuk mendapatkan izin usaha dari DPM-PTSP. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemkab Gresik memberikan izin usaha kepada 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik. Izin tersebut diberikan secara gratis setelah para pelaku usaha mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Perijinan Online Single Submision (OSS) yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik (MPP) Gresik.

Kepala DPMPTSP Pemkab Gresik, Mulyanto mengatakan, dalam kegiatan tersebut para pelaku usaha dibimbing mengisi data melalui website OSS melalui telepon genggam. Adapun data yang diisi adalah nama pelaku usaha, nomer identitas dan jenis usaha yang dijalankan.  “Sembari mendapatkan sosialisasi mereka praktik membuat akun, termasuk mengisi bidang usaha yang dijalankan melalui OSS. Sangat mudah, tinggal klik langsung bisa dicetak,” kata Mulyanto.

Dikatakan, semula sosialisasi program OSS ini diselenggarakan di 18 Kecamatan di Gresik. Namun, demi efektifitas pihaknya memutuskan agar sosialisasi digelar serentak di MPP. “Selesai acara, dokumen ditulis selanjutnya dicetak dan dibawa pulang,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Bidang Pengembangan Iklim, Promosi, Data dan Informasi Penanaman Modal Purwati Cahyoningrung mengatakan pihaknya berusaha semua pelaku UMKM di Gresik memanfaatkan kemudahan dan kesempatan tersebut.

“Silahkan datang langsung ke Mall Pelayanan Publik Gresik, nanti dibantu operator DPMPTSP. Silahkan tunggu pencetakan, Insyaallah seketika selesai” ujarnya.

Sementara itu, pelaku UMKM Makanan minuman asal Jl. KH. Agus Salim Gresik, Ifa Sholikhatun mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan izin usaha dengan mudah. “Awalnya diundang hanya untuk menghadiri rapat, ternyata diajak praktik juga dan setelah mengisi data pada aplikasi, keluarlah surat izin ini,” ungkapnya.

Pengusaha busana muslim anak asal Manyar, Farida Uriani mengaku sudah setahun ini mengurus izin usaha, namun selalu gagal. Bahkan, dia sampai bolak-balik empat kali dari rumahnya ke kantor DPM-PTSP karena tidak bisa masuk aplikasi OSS.

“Senang bisa membawa surat izin usaha. Saya juga punya Nomer Induk Berusaha (NIB), Surat pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan dan penataan lingkungan (SPPL),” pungkasnya.(fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia