Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jalan Raden Santri Jadi Hutan Reklame, Pemkab Tak Tahu

24 Januari 2020, 13: 53: 46 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Jajaran papan reklame di Jalan Raden Santri Gresik.

RAMAI: Jajaran papan reklame di Jalan Raden Santri Gresik. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus terkait banyaknya reklame yang diduga tidak berizin. Salah satu kawasan yang menjadi titik perhatian yakni puluhan reklame yang ada di Jalan Raden Santri, Kecamatan Gresik Kota.

Berdasarkan pantauan di lapangan, total ada sekitar 23 reklame dengan berbagai ukuran berdiri di Jalan Raden Santri. Mirisnya tidak ada satupun reklame tersebut yang mengantongi izin dari DPM-PTSP Gresik.

Kepala DPM PTSP Gresik, Mulyanto mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menindak puluhan reklame bodong tersebut dengan cara memberikan stiker yang bertuliskan reklame belum memiliki izin.

“Besok kami akan bergerak,” tegas Mulyanto didampingi Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan Dan Lingkungan DPM PTSP, Yuson Lawupa Malvi.

Dijelaskan, pihaknya bakal menindak tegas pelaku usaha yang membangun reklame tanpa izin. Sebab, reklame bodong sangat merugikan pemerintah karena tak membayar pajak. Dampaknya, pemerintah kehilangan pendapatan dari sektor pajak mencapai ratusan juta.

"Padahal, pajak reklame sudah diatur dalam Perda (peraturan daerah) 6/ 2017 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Dalam pasal 8 Perda tersebut disebutkan, bahwa IMB diwajibkan bagi setiap orang atau usaha yang berbadan hukum yang akan melakukan kegiatan," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan Dan Lingkungan DPM PTSP, Yuson Lawupa Malvi mengaku, saat ini pihaknya tengah mencari tahu siapa pemilik puluhan reklame tersebut. Sebab, rata-rata pemiliknya tidak jelas. "Kami juga tengah telusuri kenapa reklame tak berizin itu selama ini bisa aman berdiri," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hasan mengaku siap bekerjasama menertibkan puluhan reklame tersebut jika mendapatkan surat dari DPM-PTSP. “Kami menunggu surat dari DPM PTSP baru bergerak,” kata Abu Hasan.

Sementara itu, sejumlah pegawai toko ponsel yang ditemui wartawan mengaku tidak tahu menahu ihwal puluhan reklame yang mayoritas menampilkan promosi ponsel itu berdiri. “Kami hanya jualan disini. Tidak tahu soal reklame ini,” ujar Anita, pegawai disalah satu toko. (fir/rof)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia