Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Penanganan Banjir Kali Lamong, Gresik Minta Jatah Tanggul ke BBWS

24 Januari 2020, 13: 38: 53 WIB | editor : Wijayanto

TAHUNAN: Banjir akibat luapan Kali Lamong di kawasan Cerme.

TAHUNAN: Banjir akibat luapan Kali Lamong di kawasan Cerme. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Upaya Pemkab Gresik terkait penanganan banjir Kali Lamong terus dilakukan. Terbaru, Pemkab meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar jatah pertama pembangunan tanggul bisa dikerjakan Gresik. Sebab, dana dari BBWS untuk tahun ini sudah digunakan untuk membangun satu tanggul, namun lokasinya berada di titik kawasan Surabaya. 

Informasi yang dihimpun, BBWS tahun ini mengucurkan dana Rp 7 miliar. Rencana anggaran itu akan digunakan untuk membangun tanggul di kawasan Desa Jono, Cerme. Namun proses pembuatan tanggul itu belum bisa dilakukan karena tak ada proses pembebasan lahan karena tanah milik negara.

Kemudian, Dinas PUTR Gresik memohon kepada BBWS agar pembangunan tanggul di Desa Jono tersebut ditunda dulu. Alasannya, di lokasi itu dianggap belum terlalu mendesak. Ditambah lagi, lokasinya yang berada di perbatasan Gresik-Surabaya. Sehingga aliran sungainya langsung mengarah ke Romokalisari, lalu ke laut.

Pemkab Gresik meminta agar tanggul itu digeser ke Benjeng-Balongpanggang. Meskipun di situ sudah ada beberapa tanggul, namun faktanya itu tak cukup. Terbukti kawasan itu selalu menjadi langganan banjir, contohnya di Desa Bulurejo, Benjeng, Munggugiyanti, dan desa lainnya. 

Kemudian saat dikonfirmasi, Kepala Bappeda Gresik Hermanto T Sianturi membenarkan terkait adanya dana di BBWS. Saat ini, dinas terkait sedang “meloby” BBWS agar dana itu digunakan untuk membangun tanggul di titik Gresik.

Dia menyebut, anggaran itu rencananya digunakan untuk membangun tanggul sepanjang 500 meter. "Untuk saat ini, tanah di kawasan itu memang sudah siap dibangun,” ungkapnya. 

Terpisah, Kepala Dinas PUTR Gunawan Setiaji belum bisa dikonfirmasi.  Tiga kali nomornya dihubungi selalu direspon namun enggan memberikan keterangan lantaran menggelar rapat.

Sementara itu, pemerintah sendiri sudah menyediakan anggaran membuat tanggul senilai Rp 1,04 trilliun. Anggaran itu akan masuk dalam APBN tahun 2021 mendatang. Gubernur Jatim Khofifah sudah mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Bappenas dan Kementerian Keuangan bahwa proyek tanggul Kali Lamong juga masuk dalam 218 proyek strategis nasional sesuai Perpres No 80 Tahun 2019 sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).  (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia