Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Kelenteng Tjong Hok Kiong Siap Sambut Imlek

Siswa Tampilkan Kesenian asal Tiongkok

24 Januari 2020, 13: 11: 51 WIB | editor : Agung Nugroho

NYAMAN BERIBADAH: Menjelang tahun baru Imlek, Kelenteng Sidoarjo dibersihkan untuk peribadatan jemaah.

NYAMAN BERIBADAH: Menjelang tahun baru Imlek, Kelenteng Sidoarjo dibersihkan untuk peribadatan jemaah. (Hildan Sepka/Radar Sidoarjo)

Share this      

SIDOARJO-Menjelang tahun baru Imlek, Sabtu (25/1) Kelenteng Sidoarjo dibersihkan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kekhidmatan jemaah dalam beribadah. Selain itu persiapan sesaji untuk persembahan ke pada Tuhan.

Salah satu pengurus Kelenteng Sidoarjo Siwadewi menjelaskan, diprediksi jemaah akan memuncak pada Jumat (24/1) malam. Saat itu diperkiraan sekitar 600 hingga 700 jemaah melakukan ibadah tahun baru Imlek. Puncak kedua terjadi pada Sabtu (25/1). “Saat ini masih menyiapkan beberapa sesajian, membersihkan altar, dan lilin,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Kamis (23/1).

Kelenteng dengan nama Tjong Hok Kiong berdiri sejak 1863. Selain di Jalan Hang Tuah tersebut ada juga Kelenteng di Krian. Menurutnya, hal yang serupa juga dilakukan di Kelenteng Krian yaitu melakukan mencuci patung dewa. “Patung dewa di Kelenteng Teng Swie Bio Krian merupakan satu-satunya di Indonesia,” bebernya.

UNJUK GIGI: Liang liong salah satu kesenian yang ditampilkan di hadapan murid sekolah internasional di Kecamatan Waru dalam peringatan Imlek kemarin (

UNJUK GIGI: Liang liong salah satu kesenian yang ditampilkan di hadapan murid sekolah internasional di Kecamatan Waru dalam peringatan Imlek kemarin (23/1). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Menjadi sebuah tradisi ritual warga Tionghoa menjelang Imlek. Menurut dia, ritual mencuci patung Dewa Musik Meng Lang memiliki keunikan tersendiri. Ritual ini merupakan rutinan tiap tahun menjelang imlek. Dipercaya dengan ritual seperti itu dapat membawa berkah untuk umat. “Selain itu ada ritual puasa untuk makan daging,” katanya.

Sekertaris Forum Keberagaman Umat Beramagam (FKUB) M Idham Kholik menambahkan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjaga ketentraman. Selain itu tetap menghormati dan mengapresiasi eksistensi dari perayaan umat beragama. Mendorong masyarakat agar memahami sebagai bentuk hubungan dan kehidupan sosial. “Agar sikap toleransi dan kerjasama terjalin,” pungkasnya.

Selain membersihkan Kelenteng, persiapan menyambut Imlek juga dilakukan di sekolah internasional Kecamatan Waru. Permainan tradisional asal Tiongkok seperti sand bag toss, chinese jump rope, pingpong transfer ditampilkan.

Ada juga pameran kesenian seperti liang liong dan festival makanan khas negeri Tirai Bambu itu. Dimana permainan tradisional tersebut dipandu oleh para guru ekpatriat asal Tiongkok. Selain, beberapa tarian khas perayaan Imlek dan tari modern akan turut memeriahkan acara pembukaan perayaan.

Murid yang duduk di bangku Play Group pun tak ingin kalah. Mereka tampil dengan berani di depan ratusan penonton, menggunakan kostum tikus berwarna abu-abu.

Alim Markus, Presiden Direktur Maspion Group berpesan di tahun tikus logam ini masyarakat bisa rukun, damai, sejuk dan aman. “Antar tikus tidak pernah sampai bertengkar. Kalau negara itu terus ribut, kapan kita membangun negara. Yang penting rukun, damai, sejuk aman dan membangun negara kita yang kami cintai,” pesannya.

Alim mengatakan, dalam berusaha kita tak perlu takut bersaing dengan orang lain. “Kalau kamu tidak bekerja ya tidak bisa beruntung. Jangan mau kalah. Pada satu titik akan melampaui. Hidup juga demikian,” imbuh pria 68 tahun itu. (hil/rpp/nis) 

(sb/jpg/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia