Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Tega Menghamili Anak Kandung, Pria Buncitan Diganjar Hukuman 18 Tahun

24 Januari 2020, 10: 45: 46 WIB | editor : Agung Nugroho

TEGA: Muslimin selepas menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo

TEGA: Muslimin selepas menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

KOTA-Muslimin, 39, bakal lama meratapi perbuatannya di balik jeruji penjara. Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati yang tega menghamili anak kandungnya itu divonis 18 tahun penjara.

Terdakwa nampak tertunduk lesu saat menjalani sidang vonis atas perkaranya kemarin (23/1). Usai dibuka, Ketua Majelis Hakim Eni Sri Rahayu langsung membacakan vonisnya.

Eni menyebutkan, sejumlah saksi telah dihadirkan dalam persidangan guna mengungkap fakta-fakta seputar kasus bapak tersebut. Termasuk keterangan beberapa dokter terkait kondisi korban yang tidak lain adalah anak kandung terdakwa.

Hasilnya, Majelis Hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta. “Diganti 6 bulan penjara apabila tidak sanggup membayar,” terangnya.

Vonis tersebut lebih berat jika dibandingkan dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rochida Alimartin dalam persidangan sebelumnya. Yakni hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara.

Sejumlah fakta yang memberatkan menjadi pertimbangan tersendiri bagi majelis hakim dalam mengambil keputusan tersebut. Di antaranya, terdakwa telah lebih dari satu kali memaksa anaknya untuk berhubungan badan, kemudian kondisi masa depan korban juga terancam akibat ulah terdakwa.

Apalagi terdakwa juga selalu mengancam korban apabila sampai berani buka mulut. “Yang meringankan hanya karena terdakwa belum pernah dihukum,” imbuh Eni.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa juga memilih untuk tidak banyak berkomentar. “Menerima yang mulia,” singkat Muslimin.

Begitu juga dengan JPU Rochida, dia juga menerima vonis yang telah dibacakan dalam persidangan tersebut. Dia berharap terdakwa dapat menyesali perbuatannya dan tidak mengulanginya lagi. (son/nis)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia