Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jatim Banyak Pabrik Gula tapi Stok Langka

24 Januari 2020, 09: 38: 12 WIB | editor : Wijayanto

HARUS DICARI MASALAHNYA: DPRD Jatim menyoroti sulitnya mendapat komoditas gula dan harganya yang terus naik padahal di Jatim banyak terdapat pabrik gula, selain itu berdasarkan data seharusnya Jatim surplus gula.

HARUS DICARI MASALAHNYA: DPRD Jatim menyoroti sulitnya mendapat komoditas gula dan harganya yang terus naik padahal di Jatim banyak terdapat pabrik gula, selain itu berdasarkan data seharusnya Jatim surplus gula. (NET)

Share this      

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jatim Tjong Ping meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) segera melakukan langkah strategis dalam mengatasi kenaikan harga gula yang terjadi saat ini. Selain itu juga keluhan masyarakat yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan komoditas gula.

“Ini terlihat aneh, karena Jatim banyak memiliki pabrik gula. Selain itu tidak ada puso terkait tanaman tebu, pabrik terus produksi. Ini ada apa hingga komoditas ini sulit didapat,” ujar politisi PDIP ini.

Menurutnya, dari data yang ada, stok gula di Jatim dalam kondisi aman, bahkan surplus. Berdasarkan produksi gula tahun 2019 dari delapan pabrik gula di Jatim ada produksi sebanyak 1.046.855 ton dalam setahun.  “Saat ini persediaan gula di Jatim masih ada 185.785 ton. Hingga bulan Mei  mendatang, konsumsi gula Jatim diperkirakan sebanyak 175.500 ton. Sehingga terdapat surplus 10.000 hingga musim giling bulan Mei,” jelasnya

Selain itu Tjong Ping juga mengatakan, kalau harga gula di sejumlah daerah di Jatim mengalami kenaikan. Seperti di Dapilnya (XII) Tuban dan Bojonegoro kenaikan mencapai Rp 800 – 1.200 per kilogram. “Sebelumnya harga gula disana penjualan partai kisaran Rp 12.000 perkilogram sekarang mencapai Rp 13.000 sampai Rp 13.200. Dan untuk eceran mencapai Rp 14.000. Ini luar biasa kenaikannya,” ungkapnya.

Kondisi ini menurutnya tidak bisa dibiarkan karena jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah, maka kenaikan akan terus terjadi dan ini semakin memberatkan masyarakat. Untuk itu ia meminta instansi terkait untuk segera melakukan operasi pasar untuk intervensi harga gula tersebut. “Jangan sampai ini terus naik harganya,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga geram dengan kenaikan harga gula yang terjadi saat ini. Khofifah tegas meminta Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun langsung mengecek ketersediaan gula di gudang-gudang dan pabrik-pabrik. Ia juga telah meminta Bulog, PTPN X dan Pabrik Gula Rajawali untuk melakukan operasi pasar agar tidak srmakin kenimbulkan kepanikan pada masyarakat. (mus/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia