Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Nasdem dan PKS Tunggu Keputusan DPP Soal Rekom Pilwali Surabaya

24 Januari 2020, 07: 13: 33 WIB | editor : Wijayanto

TUNGGU DPP: Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawandan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Surabaya, Hari Santosa.

TUNGGU DPP: Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawandan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Surabaya, Hari Santosa. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai melakukan penjaringan untuk menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Meski beberapa nama sudah diketahui namun parpol-parpol tersebut masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing.

Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Surabaya, Hari Santosa mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu rekom dari DPP. Selanjutnya, dari hasil penjaringan dan perangkingan kemudian disetorkan ke DPW dan dilanjutkan ke DPP. "Jadi,  kami menunggu keputusan dari DPP. Sebenarnya jika menurut aturannya rekom DPP itu turun jika bakal calon ini sudah memiliki pasangan," jelas Hari Santoso.

Maka dari itu, lanjut Hari, pihaknya mulai melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol. Hasil komunikasi selanjutnya dilaporkan ke DPW parpol-parpol mana saja yang mau koalisi. “Mekanismenya seperti itu,” sambungnya. 

Hari mengatakan, partainya hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kota Surabaya. Sementara, syarat mengusung calon minimal punya 10 kursi. “Sehingga mau tidak mau kami harus koalisi," katanya.

Pria yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan nama-nama yang muncul dalam penjaringan adalah satu dari kader parpol, yakni Visensius Awey. Kemudian dari luar kader ada ana Gus Hans (KH Zahrul Azhar Asumta) dan Hariyanto. "Yang paling penting saat ini adalah mencari parpol koalisi. Tapi yang memiliki satu visi dengan  Nasdem tentunya," tegasnya.

Saat ditanya terkait sejumlah parpol yang mulai memberikan rekom kepada Machfud Arifin, menurutnya itu tergantung DPP. Karena menurut Hari, mantan Kapolda Jatim itu sudah ke DPP Nasdem. "Kalau memang sudah daftar ke DPP menurut kami tidak masalah. Yang terpenting ketika sudah ada kesepakatan dengan partai lain dan bisa memenuhi rekom, kita segera diberitahu agar tidak ada saling menduga dan Nasdem bisa solid," ingatnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim, Irwan Setiawan mengungkapkan, pasangan calon (paslon) yang ideal untuk Pilwali Surabaya 2020 adalah tiga hingga empat paslon. Hal tersebut karena menurut Irwan sampai saat ini dinamika politik di Kota Pahlawan masih sangat cair. "Kita belum tahu nanti ujungnya bagaimana, bisa tiga atau empat atau cuma dua paslon. Semua ya tergantung dinamika masing-masing partai. Kan apa pun masih terbuka," ujarnya.

Sampai saat ini, PKS sendiri belum menentukan arah politik dan menurunkan rekomendasi untuk Pilwali Surabaya. Apakah akan bergabung dengan koalisi Machfud Arifin yang telah diusung oleh tiga partai (PAN, PKB, dan Gerindra) atau bergabung dengan PDIP. Atau justru membuat poros baru. "Semua masih mungkin. Tapi, memang kita sudah menambahkan amanah agar kader bisa turut running di Pilwali, baik sebagai calon wali kota atau wakil wali kota," tuturnya.

Terkait komunikasi yang dijalin, sampai saat ini PKS sudah bertemu dengan beberapa tokoh eksternal, mulai Machfud Arifin, lalu Gamal Albinsaid, hingga Haryanto. Sementara dari internal, PKS sudah mempunyai beberapa jagoan, mulai dari Akhmad Suyanto, Reni Astuti, Sigit Sosiantomo, Achmad Zakaria, dan Ahmad Jabir. (mus/opi)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia