Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Bawa 10 Bungkus Sabu, Bandar Narkoba Asal Sampang Dibekuk

24 Januari 2020, 05: 49: 27 WIB | editor : Wijayanto

DIBEKUK: Tersangka Mohammad Sahri bandar narkoba diamankan anggota Satreskoba Polres Gresik.

DIBEKUK: Tersangka Mohammad Sahri bandar narkoba diamankan anggota Satreskoba Polres Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Jajaran anggota Satsreskoba Polres Gresik kembali menangkap bandar narkoba Mohammad Sahri, 20, warga asal Muktesareh RT 01 RW 02 Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura dan tinggal di rumah kontrakan di Dusun Grogol Gang 2 Desa Laban, Menganti.

Bandar narkoba itu ditangkap tim Reskoba Polres Gresik di Jalan Raya Hulaan di depan Perum ladiva Kecamatan Menganti, Sabtu (18/1) pukul 01.30 WIB.

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Heri Kusnanto di dampingi kabag humas AKP Hasim mengatakan tersangka merupakan pengedar narkoba yang beroperasi cukup lama di Gresik. 

"Pengakuannya hampir dua tahun, tapi ini lebih dari itu (2 tahun). Dia saat mengedarkan sendirian. Jadi ada pesanan dia datangi," ujarnya.

Pria tamatan SMP ini tidak berkutik saat didatangi petugas. Tersangka yang seorang diri tidak bisa kabur. Petugas langsung mencabut kontak motor Yamaha N Max W 3638 BI yang dikendarai tersangka.

Warga asal Muktesareh RT 01 RW 02, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang ini digeledah petugas dan membawa 10 bungkus  sabu-sabu (SS) dengan ukuran gram, yakni 1,62, 1,60, 1,58, 1,40, 1,34, 1,08, 0,96, 0,36, 0,36, dan 0,28 gram.

Tidak hanya itu, tersangka juga membawa satu plastik klip isi 2 butir pil ekstasi dengan berat 0,90 gram. Sahri digelandang menuju Mapolres Gresik. 

Saat di Gresik, tersangka memilih mengontrak sebuah rumah di Dusun Grogol Gang 2, Desa Laban Kecamatan Menganti karena permintaan narkoba cukup tinggi di Menganti. "Pembelinya rata-rata anak-anak milenial, pelajar, pemuda dan pekerja pabrik juga ada," tutur Heri.

Sabu dibawa Sahri berasal dari pulau Madura, Surabaya dan Gresik. Saat pulang ke Sampang, tersangka membawa SS kemudian diecer dari paket hemat hingga paket seperempat atau supra. "Kalau diecer untungnya katanya lebih banyak. Dijual dari Rp 400 ribu hingga Rp 1,5 juta," pungkasnya.

Kini, Sahri harus meringkuk di balik jeruji besi. Tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman paling rendah selama enam tahun. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia