alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Pemilihan Kepala Desa Menggunakan Perda Pilkades Lama

23 Januari 2020, 19: 21: 53 WIB | editor : Agung Nugroho

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sidoarjo Ali Imron

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sidoarjo Ali Imron (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sidoarjo memasuki masa pendaftaran calon mulai, kemarin (22/1) hingga Kamis (30/1). Tahun ini ada 175 desa yang mengikuti pelaksanaan pilkades serentak pada 19 April mendatang.

Meskipun revisi Perda Nomor 8 tahun 2015 tentang pilkades telah digedok di DPRD bersama Pemkab Sidoarjo melalui sidang paripurna pada Sabtu (18/1), perubahan perda ini masih dalam pengajuan ke provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sidoarjo Ali Imron mengatakan, untuk sementara masih diberlakukan perda lama, sambil menunggu perubahan perda tersebut diundangkan. Yakni, masih ada batasan usia 25-63 tahun pada perda lama. “Sementara pakai aturan itu,” katanya.

Dalam perubahan perda, tidak ada lagi batasan maksimal usia dan batasan domisili kades. Usia minimal masih 25 tahun. Calon kades harus memiliki syarat kesehatan mutlak yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Domisili calon kades juga tidak harus berada di desa pemilihan.

Untuk sementara, calon kades yang memiliki usia lebih dari 63 tahun harus menunggu untuk mendaftar. Dari hasil pendaftaran, panitia pilkades akan meneliti kelengkapan berkas dan identitas cakades mulai 31 Januari-19 Februari mendatang.

Imron melanjutkan, memasuki Februari, akan ada penandatanganan MoU dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pelaksanaan e-voting. Ada 18 desa di 15 kecamatan pakai e-voting. Kecuali Kecamatan Tulangan, Tarik dan Candi.

Desa yang melaksanakan e-voting di antaranya, Desa Lambangan Kecamatan Wonoayu, Janti dan Tambaksawah Kecamatan Waru, Sruni dan Sawotratap Kecamatan Gedangan.

Untuk e-voting tersebut, Sidoarjo membutuhkan 115 alat. Satu alat mampu menghimpun 800 pemilih. Sistem yang dipakai, offline. Sistem ini dianggap lebih aman dari gangguan peretasan data. (rpp/vga) 

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia