Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Korleting, Dua Rumah di Gembong Kapasari Ludes Dilalap Api

23 Januari 2020, 18: 55: 28 WIB | editor : Wijayanto

BERJIBAKU: Petugas PMK mencoba memadamkan api yang membakar rumah di Gembong Kapasari.

BERJIBAKU: Petugas PMK mencoba memadamkan api yang membakar rumah di Gembong Kapasari. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Kebakaran terjadi di kampung padat penduduk di Jalan Gembong Kapasari DKA III, Simokerto, Kamis (23/1). Asap hitam nampak mengepul dari lokasi tersebut.

Akibat kebakaran ini satu rumah beserta isinya ludes terbakar dan satu rumah terdampak di bagian atapnya. Rumah yang habis terbakar ini Turiyah, 36, warga Blegah, Bangkalan sementara rumah yang terdampak M Arifin, 36, warga setempat. Ada satu korban mengalami luka di punggung Eva Solehah namun sudah ditangani PMI yang datang.

Kebakaran tersebut bermula saat salah satu warga melihat ada asap hitam mengepul dari dalam rumah korban Turiyah. Sementara warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berinisiatif memadamkan dengan alat seadanya.

Warga khawatir jika api semakin besar dan merambat ke rumah lain karena kawasan padat penduduk. "Saat kami datang warga sudah bergotong royong membantu memadamkan api," Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Bambang Vistadi.

Kondisi rumah yang kosong dan terkunci m mbuat warga terpaksa untuk merusak pintu rumah tersebut. Barang elektronik dan lain-lain di dalam rumah korban terbakar habis. Api juga sempat membakar bagian atap rumah warga yang bearad di sebelahnya. Dinas Pemadam Kebakaran bahkan harus menggunakan mobil Bronto Skylift untuk memadamkan api dari atas karena akses yang susah untuk kendaraan langsung berada di depan rumah korban.

Kejadian tersebut sempat membuat salah satu warga tertimpa atap rumah. Namun, pihak PMI yang sudah stand by berada di lokasi memberikan pertolongan pertama. Untuk sementara ini, kebakaran diduga karena korsleting listrik di rumah tersebut.

Dikarenakan, saat kejadian pemilik rumah tidak ada di tempat dan rumah dalam keadaan terkunci. "Sementara korban sudah mendapat pertolongan mulai dari tempat tinggal sementara hingga untuk makan," ungkapnya.(gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia