Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

PKL dan Pelaku UMKM di Bungurasih Minta Diberdayakan

23 Januari 2020, 18: 53: 18 WIB | editor : Agung Nugroho

SERAP ASPIRASI: Wakil ketua komisi A Haris saat mengunjungi sejumlah PKL.

SERAP ASPIRASI: Wakil ketua komisi A Haris saat mengunjungi sejumlah PKL. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di  kawasan Ramayana, Bungurasih menyampaikan sejumlah keluhannya kepada Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Haris. Terutama menyangkut proses penataan para pedagang. Selain itu, pedagang meminta agar ada pemberdayaan khusus terhadap PKL dan UMKM.

Haris mengatakan, pemerintah harus melakukan upaya agar dapat memberikan pemberdayaan terhadap PKL dan UMKM yang ada. Sebab, selama ini PKL dan UMKM belum terlalu banyak tersentuh pemberdayaan. Padahal, PKL dan para pelaku UMKM tumbuh dari masyarakat kecil. “Dan ini perlu diangkat untuk kesejahteraan keluarganya,” katanya, Rabu (22/1).

Dalam penataan itu, perlu juga memperhatikan lapak-lapak yang ada. Jangan sampai terlihat tidak beraturan. Sehingga ekonomi kerakyatan dapat dijalankan dengan baik. Menurutnya, ekonomi kerakyatan muncul dari kalangan masyarakat bawah. Sehingga perlu diperhatikan.

Paling tidak, harus ada modal yang dapat membantu mereka mengembangkan usahanya. Selama ini, ada banyak PKL yang masih belum tersentuh pemerintah daerah. Dia mencontohkan, di Surabaya, pemberdayaan dapat disinergikan dengan seniman musik. Untuk itu, pihaknya berharap di Sidoarjo juga demikian.

“Para seniman juga tidak minta uang, tapi minta tempat untuk mengembangkan kreasinya,” ujar pria yang sempat mendeklarasikan dirinya sebagai bacabup itu.

Sementara itu di sisi lain, koordinator ojek lapangan, Yuliono mengatakan, pihaknya meminta agar ada penataan terhadap sejumlah ojek online (ojol). Dimana, area ojek lapangan diminta untuk tidak berada di area ojek pangkalan. Sebab hal itu dinilai dapat mengurangi pengahsilan ojek pangkalan yang lebih dulu ada. “Biasanya pendapatan Rp 200 ribu lebih, sekarang untung-untungan,” keluhnya. (far/vga)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia