Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ada Ular Piton saat Khofifah dan Cak Nur Tinjau Normalisasi Buntung

23 Januari 2020, 17: 12: 52 WIB | editor : Agung Nugroho

BANYAK SAMPAH: Gubernur Jatim Khofifah bersama Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat menyaksikan langsung pengangkutan sampah di sungai.

BANYAK SAMPAH: Gubernur Jatim Khofifah bersama Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat menyaksikan langsung pengangkutan sampah di sungai. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin melakukan peninjauan normalisasi sungai Buntung di Kecamatan Waru Sidoarjo, Selasa (21/1) malam.

Khofifah menyampaikan, pihaknya menerima informasi mengenai kondisi sungai Buntung yang memungkinkan akan meluap akibat intensitas hujan yang tinggi. Sehingga jika normalisasi tidak segera dilakukan, maka dikhawatirkan akan terjadi banjir khususnya di kawasan Juanda. “Itu jika beberapa titik kemudian tersumbat, seperti sungai Buntung dan sungai Sinir,” katanya.

Hal itu menjadi salah satu warning khusus kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah normalisasi. Pihaknya meminta kepada BPBD Jatim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi. BPBD Jatim juga telah melakukan upaya normalisasi beberapa kali.

Dalam proses normalisasi tersebut, pihaknya dibantu oleh aparat TNI yang langsung dikomandani oleh Kolonel Citro S, dengan menerjunkan sejumlah pasukannya serta sejumlah armada. Menariknya, dalam proses normalisasi Selasa malam itu, ada seekor ular piton besar yang ikut terangkut. “Ada pula kayu-kayu besar dan kasur yang harus dikeluarkan agar alirannya lancer,” paparnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan, yang paling ideal untuk mengantisipasi banjir adalah normalisasi sungai. Normalisasi sebenarnya sudah sempat dicanangkan oleh Pemkab Sidoarjo, sejak 2017 silam. Sayang, rencana itu harus urung dilakukan lantaran ada beberapa hal.

Namun, pihaknya mengapresiasi langkah provinsi Jatim yang telah ikut menerjunkan alat besar seperti long hand. Armada pengangkut sampah berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo. “Ini kerjasama yang baik anatara provinsi dan pemkab Sidoarjo,” papar Nur Ahmad. (far/vga)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia