Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Banjir di RSUD Harus Segera Diatasi

22 Januari 2020, 17: 39: 20 WIB | editor : Agung Nugroho

SIDAK: Nur Ahmad Syaifuddin dalam sebuah kesempatan saat meninjau pasien di RSUD Sidoarjo

SIDAK: Nur Ahmad Syaifuddin dalam sebuah kesempatan saat meninjau pasien di RSUD Sidoarjo (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-RSUD Sidoarjo menjadi salah satu langganan banjir setiap kali musim hujan tiba. Dalam dua bulan terakhir, sudah dua kali air hujan menggenangi sejumlah ruangan yang ada di RSUD Sidoarjo itu. Pertama terjadi pada 25 Desember lalu. Genangan air nampak masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Air hujan kembali menggenangi IGD Minggu (19/1) malam. Selain di IGD, air juga nampak menggenangi lobi farmasi, lorong RS, lahan parkir dan ruang lobi utama. Genang air itu terlihat setinggi mata kaki orang dewasa. Terkait hal itu, anggota DPRD Sidoarjo meminta agar ada penangan khusus terkait hal itu.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengaku turut prihatin terhadap kondisi itu. Menurutnya, harus langkah untuk menangani masalah banjir yang kerap terjadi di RSUD Sidoarjo tersebut. “Jika terus banjir, nanti dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan yang kurang maksimal,” katanya.

Untuk itu, politisi asal Tulangan tersebut meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dan direktur RSUD Sidoarjo agar dapat segera melakukan sebuah langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir di lingkungan rumah sakit. “Terutama pada sistem drainase di RSUD Sidoarjo,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar menuturkan, dirinya secara langsung telah mengunjungi DPRD Gianyar Provinsi Bali untuk belajar penangan masalah banjir di lingkungan rumah sakit. Terutama langkah pemerintah daerah terkait konstruksi bangunan.

Menurutnya, permukaan jalan lebih tinggi dibanding permukaan halaman rumah sakit. Kalaupun nantinya tidak mempengaruhi pelayanan dan fasilitas yang ada, namun genangan air dirasa akan mengganggu para pengunjung rumah sakit. “Tapi kan kalau banjir jelas mengganggu, kasian mereka pengunjung,” ujarnya.

Paling tidak, kata Zahlul, pemerintah daerah harus melakukan langkah konkret terkait hal itu. Apakah dengan membangun drainese baru atau justru mendatangkan pihak konstruksi. Sebab masalah banjir sudah sering kali terjadi. Untuk itu penangan masalah tersebut harus segera dibicarakan.

Bagaimana langkah pemkab? Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengakui, jika setiap kali hujan turun, rumah sakit akan tergenang. Namun demikian, hal itu tak berlangsung lama. Pria yang kerap disapa Cak Nur itu menjelaskan, Pemkab memang perlu melakukan kajian yang lengkap terkait hal tersebut.

“Kami akan mengundang pihak pekerjaan umum dan pihak rumah sakit,” katanya.

Pihaknya akan duduk bersama untuk membicarakan masalah itu. Sehingga dapat memberikan langkan konkret terhadap penangan banjir di lingkungan rumah sakit. Sebab selama ini, prestasi rumah sakit dinilai sudah sangat bagus. “Menurut saya elevasinya memang rendah disitu, makanya perlu kajian,” ujarnya. (far/nis)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia