Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Untuk Calon Walikota Surabaya, PDIP Masih Tunggu Rekom Megawati

20 Januari 2020, 19: 11: 03 WIB | editor : Agung Nugroho

Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono

Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

YOS SUDARSO-Hingga saat ini DPC PDI Perjuangan Surabaya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk calon wali kota Surabaya. Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono mengaku belum tahu siapa nama bakal calon pengganti Wali Kota Tri Rismaharini yang diusung partainya.

“Saat ini prosesnya ada di DPP. Intinya, PDI Perjuangan tidak sampai terlambat untuk menyalonkan. Siapa yang direkom baik calon wali kota maupun wakilnya itu yang tahu hanya DPP, terutama Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri). Waktu rakernas kemarin juga tidak disinggung soal pilwali,” katanya, Minggu (19/1).

Menurut Baktiono, tahun lalu DPC PDI Perjuangan hanya melakukan penjaringan, terutama dari kader-kader yang mempunyai kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Nama-nama itu kemudian diserahkan ke DPP. “Kalau rekom, ya wewenangnya pusat. Saat ini kami tengah melakukan survei ke bawah,” katanya.

Meskipun ada perbedaan pendapat terkait pencalonan, menurut Baktiono, hal itu wajar saja. Sejak dahulu beda pendapat wajar. Namun, ketika rekom dari DPP PDIP turun pasti akan menyatu lagi. “Ini pengalaman bertahun-tahun. Mereka menyatu kembali untuk memenangkan calon yang direkomendasi oleh Ibu Mega,” tegasnya.

Baktiono menambahkan, pihaknya sedang melakukan proses konsolidasi dengan sejumlah agenda. Antara lain, pembentukan anak ranting, pembentukan ranting, sampai PAC. Dengan begitu, pengurus DPC dan anggota dewan dari PDIP bisa bertemu langsung dengan kader-kader di akar rumput, simpatisan, maupun masyarakat. “Struktur ini segera terbentuk agar nanti para kader siap diterjunkan baik sebagai saksi di TPS,” imbuhnya.

PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai politik yang bisa mengusung pasangan calon sendiri atau tanpa koalisi di Pilwali Surabaya 2020. Saat ini PDIP memiliki 15 kursi anggota DPRD Surabaya, sedangkan batas minimal untuk bisa mengusung paslon sendiri adalah 10 kursi.

Terkait wacana koalisi dengan partai lain, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan bahwa pihaknya belum berpikir ke sana. "Kami solidkan internal dulu," ucap Adi.

Ketua DPRD Kota Surabaya itu menambahkan, pihaknya memilih untuk lebih fokus melaksanakan perintah partai, termasuk menyiapkan mesin partai dan mensukseskan penjaringan bakal calon menuju Pilwali Surabaya 2020.

"DPC Kota Surabaya sudah melaporkan semua pendaftar, baik bakal cawali dan cawawali ke DPD PDI Perjuangan Jatim dan DPP PDI Perjuangan," kata Adi.

"Sekarang menunggu proses rekom dari DPP PDI Perjuangan. Itu bukan domain kami di tingkat DPC," tegasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia