Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Normalisasi Sungai Kalimas Antisipasi Puncak Musim Hujan

20 Januari 2020, 19: 02: 11 WIB | editor : Agung Nugroho

SEDIMENTASI: Petugas menggunakan alat berat saat normalisasi Sungai Kalimas, Surabaya, Minggu (19/1)

SEDIMENTASI: Petugas menggunakan alat berat saat normalisasi Sungai Kalimas, Surabaya, Minggu (19/1) (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Mengantisipasi puncak musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan normalisasi Sungai Kalimas. Pengerukan sungai di tengah kota itu untuk meminimalisasi luapan air sungai saat hujan deras.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, normalsiasi Sungai Kalimas dilakukan secara rutin. Paling tidak satu tahun sekali. Kapasitas sungai yang sebelumnya tinggi jadi berkurang gara-gara sedimentasi.“Makanya, pengerukan itu untuk mengembalikan kapasitas saluran seperti semula," kata Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Minggu (19/1).

Pengerukan Sungai Kalimas dilakukan sejak Jumat (17/1) hingga kemarin. Kegiatan yang bertujuan menambah kapasitas sungai itu dilakukan mulai Taman Lalu Lintas hingga DAM Karet Gubeng. Panjang area sungai yang dikeruk diperkirakan lebih dari satu kilometer.

(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Menurut Febri, pengerukan atau normalisasi Sungai Kalimas sebenarnya merupakan kewenangan Perum Jasa Tirta selaku pengelola. Namun, pengerukan dilakukan oleh Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi luapan air sungai dan saluran lain yang terkoneksi dengan Sungai Kalimas.

Pihaknya khawatir luapan tersebut dapat menimbulkan dampak lain, seperti genangan atau banjir di lingkungan permukiman masyarakat maupun tempat-tempat lainnya. Luberan air sungai juga bisa terjadi, karena kapasitasnya tak mampu menampung tingginya curah hujan, akibat adanya pendangkalan (sedimentasi).

Selama dua hari pengerukan, katanya, hasil sedimen yang didapat sedikitnya 26 rit. Satu rit sama dengan satu dump truck atau sekitar tujuh meter kubik. Sedangkan pada tahun sebelumnya, hasil pengerukan mencapai 6.570 rit.

Pada tahun sebelumnya pengerukan hanya dilakukan di sepanjang Sungai Kalimas meliputi Jalan Akhmad Jais, Kramat Gantung, Peneleh, Kalimas Barat, Jembatan Merah di sisi utara dan Selatan, Semut Kali, dan Ngemplak.

Selain sedimentasi, menurut Febri, hasil pengerukan yang ditemukan juga berupa sampah. Dalam melakukan pengerukan, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya mengerahkan eskavator dan sejumlah dump truck untuk mengangkut sedimen.

"Biasanya tanah sedimen ini dibuang di bekas tanah kas desa untuk dibuat lapangan futsal atau lainnya. Kadang ada juga yang dibutuhkan untuk pembuatan taman karena tanah sedimen dinilai lebih subur," paparnya.

Mantan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Satpol PP Surabaya ini menambahkan, sejumlah sungai yang melintasi Kota Surabaya pun kewenangan pengelolaannya berada di beberapa instansi lain. Seperti halnya Sungai Kalimas yang dikelola Perum Jasa Tirta, Kali Lamong di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

"Kalau kita mau pengerukan, kita koordinasikan dulu karena kadang mereka juga punya agenda yang sama," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia