Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Sempat Gagal, Raperda Pilkades dan Kearsipan Segera Disahkan

18 Januari 2020, 11: 37: 47 WIB | editor : Wijayanto

PARIPURNA: Suasana rapat paripurna, Rabu (8/1) lalu yang sempat gagal melakukan pengambilan keputusan untuk Raperda Pilkades dan Kearsipan.

PARIPURNA: Suasana rapat paripurna, Rabu (8/1) lalu yang sempat gagal melakukan pengambilan keputusan untuk Raperda Pilkades dan Kearsipan. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sejumlah raperda yang sempat gagal digedok akhirnya mulai mendapat jawaban. DPRD Sidoarjo akan menggelar paripurna pengambilan keputusan terhadap dua raperda yang sudah dibahas dan dilaporkan oleh Pansus IV DPRD Sidoarjo, Rabu (8/1) lalu. Kedua raperda itu adalah raperda pilkades dan kearsipan.

Ketua Pansus Pilkades Warih Andono menyampaikan, jika dewan bakal menggelar paripurna pengambilan keputusan untuk dua raperda pilkades tersebut hari ini. Dimana, badan musyawarah (Banmus) sudah memutuskan untuk menggelar paripurna hari ini. Pihaknya juga sudah mendapat undangan terkait hal itu.

“Final sudah, besok (hari ini, Red) paripurna,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Jumat (17/1).

Anggota pansus lainnya, Vike Widya Asroni mengaku, dirinya sudah mendapat undangan terkait paripurna pengambilan keputusan untuk dua raperda itu. Menurutnya, paripurna tersebut memang perlu segera digelar. Sebab, kedua perda tersebut sangat urgen untuk segera disahkan menjadi perda.

Raperda pilkades misalnya, raperda ini sangat mendesak untuk segera digedok menjadi perda lantaran penyelenggaraan pilkades serentak di Sidoarjo akan segera dimulai. Bahkan sejumlah tahapan pilkades juga sudah berjalan. Salah satunya terkait dengan masa pendaftaran bakal calon kepala desa (Bacakades).

“Sesuai jadwal pendaftaran bacakades dimulai pada 22 sampai 30 Januari ini,” paparnya.

Melihat masa pendaftaran bacakades yang segera dimulai, Vike mengatakan pengambilan keputusan revisi perda pilkades memang mendesak. Alasannya, ada dua poin penting yang harus diketahui bacakades. Pertama, perda tersebut menghapus batas maksimal usia bacakades yang sebelumnya dibatasi umur 63 tahun.

Kedua, tak ada batas domisili tertentu pendaftar bacakades. Sehingga masyarakat di luar desa dapat mendaftarkan diri menjadi bacakades di desa lain. Itu semua kata Vike merupakan usulan dari masyarakat, khususnya forum kepala desa Sidoarjo. “Alhamdulillah sesuai target, bisa diparipurakan,” paparnya.

Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sidoarjo Suprayitno mengatakan, pengumuman sekaligus pendaftaran bacakades memang dimulai pada 22 hingga 30 Januari ini. Sementara untuk pendaftaran pemilih hingga saat ini masih berlangsung. “Dimulai sejak 25  Desember sampai 23 Maret nanti,” paparnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia