Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pemilik Warkop di Banyuurip Digerebek Jual PSK Lulusan SMA Asal Jabar

18 Januari 2020, 09: 38: 41 WIB | editor : Wijayanto

PROSTITUSI: Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi didampingi Kasatreskrim AKP Panji menggelar tangkapan pelaku protitusi berkedok warung kopi di Kedam

PROSTITUSI: Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi didampingi Kasatreskrim AKP Panji menggelar tangkapan pelaku protitusi berkedok warung kopi di Kedamean, Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pramuji, 45, seorang pemilik warung di Desa Banyuurip RT 05  RW 01, Kecamatan Kedaeman, ditahan polisi. Sebab, Pramuji ternyata tidak hanya menjual kopi, makanan dan minuman ringan, tapi juga menyediakan wanita muda yang bisa dipesan untuk melakukan bisnis esek-esek. Akibatnya, warung tersebut digerebek Tim Resmob Polres Gresik pada Rabu (13/1) pukul 22.00 WIB.

Wakapolres Gresik, Kompol Dhyno Indra Setyadi didampingi Kasatreskrim AKP Panji mengungkapkan tersangka sudah satu tahun lamanya menjalani bisnis sebagai mucikari. Korbannya adalah wanita-wanita yang baru lulus SMA. Mereka rata-rata berasal dari Jawa Barat.

Warung tersebut juga menyediakan kamar-kamar untuk para pelanggan usai memilih sejumlah wanita yang ditawarkan oleh tersangka.

"Kami  gerebek, ada catatan buku tamu yang datang kita amankan beserta uang sebesar Rp 200 ribu di dalamnya," ujar Dhyno.

Diketahui, tersangka telah melaksanakan bisnis prostitusi ini sejak satu tahun. Keuntungannya lumayan dari tiap PSK, Pramuji mendapat minimal Rp 40 ribu sekali main, terutama saat malam Minggu. Kondisi saat malam Minggu, pengunjung ramai dibanding hari biasanya.

“Sekali kencan, wanita berusia rata-rata 19 tahun yang berasal dari Jawa Barat (Jabar) dihargai Rp 150 ribu. Wanita tersebut ditawarkan saat pengunjung warkop datang,” jelasnya. 

Saat tawaran diiyakan, kamar semi permanen lengkap dengan kasur dan tisue disiapkan di dalam warkop. "Ada uang tunai dan empat lembar tisu bekas pakai juga kita amankan," tambahnya.

Sementara itu, Pramuji mengungkapkan mendapatkan jasa wanita asal Jawa Barat melalui ajakan anak buahnya yang bekerja selama ini. Mereka menganggur diajak kerja di Gresik. Kemudian dijadikan sebagai wanita penghibur di Kecamatan Kedamean.

Saat ditangkap, enam wanita dipekerjakan untuk menjadi pemuas nafsu. Jumlahnya lebih banyak, namun sebagian dari mereka memilih pulang dan tak kunjung kembali.

"Sebenarnya ada sembilan, tapi ada tiga yang pulang. Jadi sisa enam wanita," pungkasnya.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia