Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Polisi Tangkap 25 Tersangka dari 21 Kasus, Satu Masih Buron

17 Januari 2020, 19: 04: 21 WIB | editor : Agung Nugroho

TERTANGKAP: Sejumlah tahanan kejahatan jalanan yang berhasil diringkus Polresta Sidoarjo dan Polsek Jajaran

TERTANGKAP: Sejumlah tahanan kejahatan jalanan yang berhasil diringkus Polresta Sidoarjo dan Polsek Jajaran (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sebanyak 25 tersangka kejahatan jalanan berhasil diringkus Polresta Sidoarjo dan Polsek Jajaran. Mereka diringkus dari 21 kasus yang berhasil diungkap mulai tanggal 01 Desember 2019 sampai 15 Januari 2020.

Para bandit jalanan itu juga digelar di halaman Mapolresta Sidoarjo, kemarin (17/1). Sejumlah barang bukti yang telah disita dari kasus-kasus kejahatan itu dipamerkan. Di antaranya, 1 mobil Carry, 3 unit handphone, 1 celurit, perhiasan, 3 unit motor, uang, hingga tape mobil.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengungkapkan, dari 21 kasus yang berhasil dibongkar, memang didominasi oleh kasus pencurian dengan pemberatan (Curat). “Terhitung ada 11 kasus selama 1,5 bulan itu,” sebut Zain.

DIBURU: Iwan, DPO Pengroyokan Krian

DIBURU: Iwan, DPO Pengroyokan Krian (Ist)

Sejumlah kasus menonjol juga telah dibongkar Polresta Sidoarjo dan Polsek Jajaran. Di antaranya kasus pembunuhan mahasiswi Akper di Desa Rangkah Kidul, Sidoarjo. Marna J Emanratu, 19, rekan satu kampong korban diringkus dalam kasus tersebut.

Sebelum kasus itu, aksi pembacokan yang menewaskan seorang pria juga terjadi di wilayah hokum Polsek Taman, Sabtu ( 21/12). M Huda, warga Madura juga berhasil ditangkap polisi dalam perkara itu.

Meski demikian, Polresta Sidoarjo beserta Polsek Jajaran juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Di antaranya kasus pengroyokan yang menewaskan seorang pria di Desa Keboharan Krian pada awal tahun 2020. 

Tiga tersangka yakni Candra, Dimas, dan Asvanto memang sudah ditangkap dalam perkara itu. Namun otak pengroyokan yakni Iwan masih dalam pengejaran polisi. “Iwan sudah dijadikan DPO, kami masih terus melakukan pengejaran,” terang Mantan Sekpri Kapolri itu.

Anggota kepolisian telah disebar dibebrapa tempat untuk memburu keberadaan tersangka. Tersangka yang tidak memiliki tempat tinggal tetap menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian. (son/nis)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia