Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Dianiaya Pimpinan, Karyawati Bank Lapor ke Polisi

17 Januari 2020, 16: 41: 33 WIB | editor : Wijayanto

KORBAN: Korban AU saat datang di Mapolrestabes Surabaya. Kondisi korban saat masih dirawat di rumah sakit.

KORBAN: Korban AU saat datang di Mapolrestabes Surabaya. Kondisi korban saat masih dirawat di rumah sakit. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Diduga dianiaya oleh pimpinannya berinisial DS di tempatnya bekerja, AU, 25, karyawati sebuah bank swasta di wilayah Pucang melaporkan perbuatan tersebut ke Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kejadian tersebut terjadi pada 9 Desember 2019 silam.

Namun, karena pelapor sempat mengalami luka serius di kepala karena dibenturkan ke teralis besi membuatnya pingsan harus mendapat perawatan medis cukup lama. Bahkan penganiayaan yang diterimanya sampai membuat tulang dahinya mengalami retak.

Kuasa hukum korban, Muh Asikin mengatakan, kejadian tersebut baru dilaporkan pelapor pada 18 Desember lalu. Korban mengalami luka yang cukup serius di kepalanya hingga membuatnya harus opname di rumah sakit selama 11 hari. Setelah siap secara mental dan fisik baru korban melaporkannya ke Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Asikin mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika pelapor  dipanggil ke ruangan pimpinannya karena tidak tembus target selama dua bulan. Pelapor juga dituduh kegiatannya makan-makan dengan temannya usai kerja sebagai pemicu prestasinya menurun.

Ia pun mendapat nasehat dari terlapor. Ketika dinasehati ini pelapor memainkan ponselnya dan terlapor tidak terima. "Ponselnya direbut paksa, kemudian dibaca satu per satu chat di dalamnya," ungkapnya. 

Entah apa penyebabnya, terlapor tiba-tiba marah dan menampar pipi kanan pelapor. Tamparan yang keras membuat pelapor jatuh dan kepalanya membentur teralis besi di dalam ruangan tersebut.   

Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Iwan  Hari Purwanto mengatakan, pihaknya belum berani berkomentar terkait hal itu. “Masih saya cek dulu mas,” katanya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia