Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Sumi Arts Hadirkan Karya Seni Keinginan Masyarakat

17 Januari 2020, 16: 18: 51 WIB | editor : Wijayanto

SENI LUKIS: Dua orang pengunjung Galeri Sumi Art Surabaya, mengamati salah satu karya lukis yang dipamerkan dalam ArtExhibition.

SENI LUKIS: Dua orang pengunjung Galeri Sumi Art Surabaya, mengamati salah satu karya lukis yang dipamerkan dalam ArtExhibition. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA  - Sebanyak 44 lukisan karya 13 seniman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan di Sumi Art. Para seniman ini berasal dari Jakarta, Padang, Bandung, dan Jogjakarta. Beragam aliran gambar ditampilkan, mulai dari realis hingga abstrak.

Menurut founder Sumi Arts, Mia Sumichan, pihaknya g merupakan private art dealer itu memiliki misi ingin lebih memperkenalkan seniman-seniman yang telah bekerjasama dengan Sumi Arts. Selain itu, Mia panggilan akrabnya juga ingin memudahkan masyarakat dalam mencari karya seni yang diinginkan. "Banyak juga lho orang yang butuh lukisan untuk dipasang di kantornya, rumahnya, atau untuk investasi," terang Mia di sela-sela pembukaan Milieu Space di Surabaya.

Oleh sebab itu, dalam event pameran yang berlangsung dua minggu ini, Sumi Arts tidak membawa tema lukisan yang spesifik. Ada yang gambar anak-anak, gambar cipratan warna saja, dan ada juga gambar tentang psikologi.

"Target market kami adalah milenial. Makanya lewat ekshibisi ini kami juga ingin edukasi anak muda bahwa aliran karya seni lukis itu beragam. Jujur kami baru pertama kalinya mengadakam art exhibition di Surabaya ini. Kami ingin tahu anak-anak muda di sini itu suka seni yang seperti apa, makanya kami bawa bermacam-macam aliran lukisan," urainya.

Mia menerangkan, terdapat beberapa kriteria yang dimiliki Sumi Arts dalam memilih seniman untuk diajaknya pameran. Antara lain harus original, memiliki karakter yang kuat, dan punya nilai dari dalam diri yang bisa dijual. "Sehingga meskipun dalam pameran ini mayoritas alirannya abstrak tapi tiap karya memiliki emosi yang berbeda-beda, masing-masing ada maknanya," jelas Mia.

Seperti lukisan karya seniman Tara Astari Kasenda yang berjudul Pesona. Lukisan di atas kanvas berukuran 67X87cm dan terdiri dari dua panel itu didominasi oleh warna pastel itu menggambarkan sosok dua perempuan dengan kesan blur.

"Seniman kelahiran Jakarta ini suka melukis orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya. Tapi cara melukisnya unik karena menghasilkan gambar yang blur, namun kalau diperhatikan dengan seksama karyanya itu bisa bicara sampai ke hati," paparnya.

Selain itu, ada juga dua lukisan milik Elisa Faustina. Masing-masing gambarnya berjudul Infinite in Abundance dan Bipolar Frenzy. Dalam lukisan abstraknya itu, Elisa banyak menggunakan warna-warna cerah dan chromatic. Dengan banyak menggunakan teknik media campuran dengan eksplorasi menyeluruh, menghasilkan lukisan dengan ritme yang unik dan detail yang tinggi. (cin/rak)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia