Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Program Jumantik Turunkan Penyakit DBD di Kota Surabaya

17 Januari 2020, 11: 34: 41 WIB | editor : Wijayanto

PENCEGAHAN: Salah satu pencegahan DBD di Kota Surabaya dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di setiap rumah dengan satu jumantik.

PENCEGAHAN: Salah satu pencegahan DBD di Kota Surabaya dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di setiap rumah dengan satu jumantik. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Musim hujan tiba,  genangan air selalu menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak sehingga rawan bagi masyarakat untuk terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). 

Untuk mencegah DBD, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberlakukan program gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik atau jumantik. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, program jumantik terbukti berperan untuk mencegah masyarakat agar terhindar dari DBD. Ini terbukti pada angka masyarakat Surabaya yang terserang DBD di tahun 2019 yang turun menjadi 277 kasus dibanding 2018 yang sebanyak 321 kasus.

"Kami melakukan pendampingan dan monitoring Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik oleh 22.995 orang kader jumantik di bawah koordinasi puskesmas, camat dan lurah,” katanya.

Febria menjelaskan, tugas para jumantik ini menjadi mitra puskesmas dalam mencegah dan menurunkan angka penyakit DBD. Selain itu, kader ini juga bertugas untuk memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin setiap hari Jumat.

“PSN itu terdiri dari pemantauan tempat perkembangbiakan, cara pemberantasan, mengetahui siklus nyamuk, memahami Angka Bebas Jentik (ABJ) dan mengetahui penggunaan larvasida (bubuk pembunuh jentik),” terangnya.

Tidak hanya itu, Dinkes Kota Surabaya bersama kader lingkungan juga menerapkan sistem “3M PLUS”. Yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang.

Sedangkan PLUS-nya yang berarti memiliki 11 poin. Pertama, mengganti air vas bunga, memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar. Ketiga, menutup lubang-lubang pada potongan pohon, menaburkan bubuk pembunuh jentik, memelihara ikan pemakan jentik di kolam.

“Lalu memasang kawat kasa di jendela, mengatur barang secara rapi dalam ruangan, memakai obat yang mencegah gigitan nyamuk, penanaman bunga pengusir nyamuk dan membersihkan lingkungan,” paparnya.

Upaya penanggulangan DBD ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya yang berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia