Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo
Bakal Cabup Sidoarjo Ir. H. Bambang Haryo

Ciptakan Sidoarjo Berdaya Saing Tinggi, Humanis dan Sejahtera

16 Januari 2020, 20: 15: 36 WIB | editor : Agung Nugroho

CEK LAPANGAN: Bambang Haryo Soekartono (dua dari kanan) meninjau kawasan lumpur Sidoarjo.

CEK LAPANGAN: Bambang Haryo Soekartono (dua dari kanan) meninjau kawasan lumpur Sidoarjo. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO-Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS) sangat serius menjadi calon bupati (cabup) Sidoarjo periode 2021- 2025. Politisi Partai Gerindra ini telah mendaftarkan diri sebagai calon pemimpin tertinggi di Kota Delta melalui partainya, Gerindra. Ia juga mendaftar sebagai cabup dari Partai Golkar.

BHS sapaan akrabnya, mempunyai visi untuk mewujudkan Sidoarjo yang berdaya saing tinggi, humanis, sejahtera melalui optimalisasi potensi daerah dan percepatan pembangunan. 

Sedangkan misi BHS yakni, mewujudkan pemerintahan yang profesional, efektif, bersih, transparan, dan akuntabel. Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang unggul, cerdas, bermoral, beretika, berkarakter melalui bidang pendidikan, kesehatan sosial dan ekonomi.

Mengoptimalkan sumber daya daerah yang berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat dan aspek pelestarian lingkungan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah juga menjadi harapannya saat memimpin Sidoarjo. Memperkuat sinergitas antara eksekutif, legislatif, para pelaku usaha, akademisi dan masyarakat dalam membangun daerah juga akan dilakukannya.

Dengan lUas wilayah daratan sebesar 714,245 km2 dan luas wilayah lautan sebesar 201,686 km2, Sidoarjo adalah kabupaten hebat. Wilayah bagian timur Sidoarjo merupakan daerah pertambakan. Wilayah tengah merupakan pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Wilayah barat adalah lahan pertanian. Wilayah selatan potensial dengan hasil pesisir seperti rumput laut, perikanan, pariwisata dan industri. Serta wilayah utara menjadi kawasan perindustrian, pemukiman dan pusat transportasi. Seperti, bandara, terminal dan stasiun.

Sidoarjo juga dikelilingi kota dan kabupaten ekonomi. Surabaya, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan. Semuanya adalah wilayah industri dan perdagangan. Sidoarjo menjadi kabupaten penyangga Surabaya. “Sidoarjo ini luar biasa. Saya ingin mempercepat Sidoarjo menjadi kabupaten ternyaman,” kata BHS.

Politisi kelahiran 16 Januari 1963 tersebut mengungkapkan, aksesibilitas ke seluruh Sidoarjo sangat mudah. Transportasi terhubung di seluruh penjuru. Tata ruang kota akan dikonsep lebih modern untuk memperlancar kepentingan logistik dan industri. “Kita akan membuka central market,” tegasnya.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan diletakkan pada poros transportasi massa. Dibagi per sektor. Sentra industri kulit, makanan, ternak dan lain sebagainya. “Sidoarjo beruntung dilewati tol yang terletak di tengah kota. Jadi kalau sentra UMKM di dekat tol dan menjadi ciri khas Sidoarjo, maka pengendara dari Sidoarjo yang akan keluar kota bisa membeli oleh-oleh disana,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Untuk semakin mendukung aksesibilitas itu, kata BHS, perlu adanya percepatan pembanguan infrastruktur jalan. Seperti frontage road (FR) sepanjang 9,3 km. “FR harusnya jadi, sebelum FR Surabaya. Sehingga Surabaya percaya Sidoarjo ini nyaman. Kepentingan publik harus diutamakan. Tanah untuk FR harus cepat diserahkan. Sudah otonomi daerah. Kepemilikan tanah itu milik pemerintah daerah,” imbuh BHS.

Menurut dia, untuk menjadikan Sidoarjo nyaman, penanganan sampah harus ditingkatkan. “Sampah Harus bisa kita manfaatkan untuk kepentingan ekonomi. Dimanfaatkan untuk tenaga listrik. Manajemen sampah di Surabaya sangat bisa diterapkan dengan Sidoarjo yang sudah baik,” ucapnya.

Kemudian, kebutuhan Hidup. Sidoarjo harus memiliki sumber daya manusia handal dan berdaya saing tinggi. Harga bahan pokok, rumah dan tanah yang terjangkau. “Garis pantai Sidoarjo, 27 km. Itu kalau dimanfaatkan, bisa menghidupkan ekonomi,” katanya.

BHS menilai, Sidoarjo layak jadi sentra ekonomi Indonesia timur. Dengan kekuatan ini, akan secara otomatis membuka peluang kerja bagi masyarakat. Kebutuhan pendidikan akan terpenuhi. Demikian pula kesehatan. Memanfaatkan kanal yang dibangun pada zaman Belanda dan pengelolaan air tersebut, sebagai sumber air bersih warga. ”Menuju masyarakat yang sejahtera harus diperhatikan sandang pangan, papan dan kesehatan,” pungkasnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia