Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Busana Muslimah Lokal Masih Kalahkan Produk Impor

16 Januari 2020, 19: 49: 10 WIB | editor : Agung Nugroho

POTENSIAL : Bisnis pakaian muslimah diproyeksi semakin cemerlang tahun ini.

POTENSIAL : Bisnis pakaian muslimah diproyeksi semakin cemerlang tahun ini. (Ist)

Share this      

SIDOARJO-Derasnya arus barang impor yang masuk ke pasar dalam negeri ternyata tak sampai berpengaruh signifikan kepada pengusaha lokal. Terutama untuk busana muslimah. Justru pangsa pasar busana muslimah produksi Indonesia mampu menguasai pasar Asia Timur hingga Timur Tengah.

Pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sidoarjo Eliana Istianti mengatakan, Sidoarjo memiliki  sebanyak lebih dari 500 pengusaha busana muslimah. Selain konveksi, ada juga beberapa anggota yang fokus pada kuliner. Untuk bisnis konveksi banyak menjual lewat online. “Kita kebanyakan yang menjual adalah dari online. Kalau dari online, kita harus menjaga kepercayaan. Karena mereka percaya dengan transfer uangnya terlebih dahulu, baru barangnya datang. Mereka belum mengenal kita tapi bagaimana mereka tertarik dengan produk kita,” jelasnya.

Misalnya saja produk milik Eliana. Per bulan omzetnya mencapai Rp 3 miliar. “Itu jualan online saja. Mengandalkan agen di seluruh Indonesia. Satu agen di Qatar dan satu agen di Taiwan,” katanya.

Peningkatan usaha jelas sangat banyak dari 2018 dan 2019. “Sebab omzet saya tahun lalu Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar naik jadi Rp 3 miliar itu,” imbuhnya.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meminta pengusaha muslimah harus mengedepankan profesionalisme dalam menghadapi era globalisasi. Kemudian menjaga kebersamaan dan memupuk nasionalisme, sehingga meningkatkan daya beli produk lokal. Pasar bebas mengharuskan semua pihak bersinergi.

Sehingga, lanjut Cak Nur sapaan akrab Nur Ahmad, memupuk nasionalisme sangat penting untuk meningkatkan daya beli produk lokal Indonesia. "Insya Allah dengan kebersamaan dan nasionalisme kita akan mampu bertahan, bahkan bisa ekspor ke luar negeri,” pungkasnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia