Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Mewabah di Tiongkok dan Singapura

Kadinkes Minta Masyarakat Jatim Waspada Pneumonia Misterius

14 Januari 2020, 19: 08: 56 WIB | editor : Wijayanto

Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana

Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wabah pneumonia misterius yang mewabah di Singapura dan Wuhan, Tiongkok, membuat Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) waspada. Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana meminta masyarakat Jawa Timur hati-hati.

Pasalnya, ada potensi penularan penyakit tersebut ke Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, mobilitas masyarakat Jatim ke Tiongkok dan Singapura begitu pun sebaliknya cenderung tinggi.

Herlin menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman wabah pneumonia misterius di Singapura dan Wuhan, Tiongkok itu.

Di antaranya, ia menghimbau kepada seluruh dinas kesehatan kota dan kabupaten agar segera melakukan sosialisasi kepada jajaran kesehatan di wilayah kerjanya. "Termasuk rumah sakit pemerintah atau swasta dan lintas sektor agar mensosialisasikan penyakit itu kepada masyarakat," jelasnya, Selasa(14/1).

Selain itu, ia juga meminta agar rumah sakit baik yang dikelola pemerintah maupun swasta melakukan surveilans atau analisis secara ketat dan terus menerus, serta penyebarluasan data kepada pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten/kota.

Jika menemukan kunjungan pasien dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas, apalagi didukung dengan riwayat bepergian ke luar negeri, khususnya Tiongkok dan Singapura, wajib diwaspadai. "Agar rumah sakit mentatalaksanai sebagai kasus menular (airborne disease) dan merawat mereka di ruang isolasi," ujarnya.

Herlin juga menghimbau kepada puskesmas dan poskesdes agar segera melakukan sosialisasi lintas sektor terkait. Termasuk ke masyarakat tentang pneumonia misterius tersebut. Mulai gejala, faktor risiko dan apa yang bisa dilakukan masyarakat.

“Kami juga mengimbau agar melakukan surveilans ketat ketika ada pasien dengan gejala di atas untuk dirujuk ke rumah sakit umum kota atau kabupaten. Serta, melaporkan kepada dinas kesehatan setempat,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, penyakit pneumonia misterius mewabah di Wuhan sejak Desember 2019 hingga Januari 2020. Jumlah penderitanya sekitar 59 orang. Saat ini mereka mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi.

Namun demikian, kata Herlin, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit pneumonia ini. Yang jelas jenis pneumonia ini bukan disebabkan oleh virus influenza. Sementara dikutip dari The Straits Times Singapura, sudah ada temuan pasien pneumonia misterius ini sejak tanggal 4 Januari lalu. (ism/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia