Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Usaha Konstruksi Gerbong Kereta Masih Minus

14 Januari 2020, 19: 04: 22 WIB | editor : Agung Nugroho

TERUS PRODUKSI: Sejumlah gerbong kereta batu bara di Jemudo Taman siap dikirim ke sejumlah daerah.

TERUS PRODUKSI: Sejumlah gerbong kereta batu bara di Jemudo Taman siap dikirim ke sejumlah daerah. (ist)

Share this      

SIDOARJO- Memasuki awal tahun, perkembangan usaha konstruksi gerbong kereta masih lesu. Tak banyak perkembangan yang signifikan di tahun ini. Dimana, usaha konstruksi gerbong kereta itu masih minus.

Pengusaha konstruksi gerbong kereta batu bara, PT Inti Maju Cemerlang (IMC), Iwan Setawan mengatakan, saat ini kondisi usaha memang sedang turun. Hanya saja jika dibandingkan tahun lalu, sedikit mengalami peningkatan. Tahun lalu masih menyentuh minus lima. Sedangkan awal tahun ini sedikit lebih baik menjadi minus dua. “Masih minus, tapi sudah hampir menyentuh titik tengah menuju positif,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (14/1).

Di akhir tahun lalu, permintaan gerbong kereta di mencapai 2.700 gerbong. Permintaan dari tempat usaha di Pergudangan Jemudo, Taman itu berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya Kalimantan. Permintaan ketika ekonomi stagnan akibat perang dagang. Khususnya dua negara besar antara Tiongkok dan Amerika.

Pergerakan grafik yang hampir menyentuh angka positif itu bukan tanpa alasan. Sebab saat ini, sejumlah perusahaan mulai melakukan bersih-bersih hingga tranparansi usaha. Pihaknya merespon kebijakan pemerintah menyangkut pembatasan impor sejumlah bahan baku. Menurutnya, konsumsi dalam negeri akan meningkat. “Cuma kan masih belum ada proyek yang padat karya, dan proyek-proyek baru lainnya,” ujarnya.

Iwan menegaskan, sejumlah proyek baru akan muncul pada April mendatang. Saat ini, sejumlah kebijakan masih bersifat memperbaiki sistem. Hingga pertengahan Januari ini, permintaan gerbong kereta batu bara itu masih sekitar 400 gerbong. Permintaan itu masih berasal dari satu perusahaan dalam negeri.

Produksi gerbong kereta itu masih terus berjalan. Namun melihat angka permintaan yang ada, progresivitas produksi tidak berjalan begitu cepat. Iwan menambahkan, tahun lalu, jumlah permintaan berasal dari tiga perusahaan sekaligus. Sedangkan saat ini, permintaan masih berasal dari satu perusahaan. “Kalau material dari dalam negeri tidak ada masalah, malah sekarang materialnya melimpah,” ujarnya. (far/vga)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia