Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Uji Coba Tilang Elektronik Ditambah Dua Hari

14 Januari 2020, 18: 44: 19 WIB | editor : Wijayanto

Petugas Ditlantas Polda Jatim memantau monitor dari rekaman CCTV di Kota Surabaya.

Petugas Ditlantas Polda Jatim memantau monitor dari rekaman CCTV di Kota Surabaya. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pelaksanaan tilang elektronik atau Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) di Kota Surabaya yang seharusnya dilaksanakan mulai Selasa (14/1) untuk sementara waktu ditunda. Ditlantas Polda Jatim memperpanjang uji coba ETLE selama dua hari.

Penundaan tersebut karena Ditlantas Polda Jatim masih menunggu jadwal peresmian dan launching ETLE yang akan dilakukan pejabat terkait dari Mabes Polri, dan Forkopimda.

"Untuk launching diperkirakan tanggal 16 Januari," kata Kasubdit Penegakan Hukum  (Gakkum) Ditlantas Polda Jatim AKBP Aditya Panji Anom.

Setelah diresmikan, lanjut Anom, nantinya tilang elektronik akan mulai dilaksanakan penindakan bagi pelanggar yang melanggar di 25 titik. Anom mengaku sejauh ini tidak kendala teknis.

"Tidak ada kendala, sarana prasarana sudah siap, hanya menyesuaikan dengan waktu luangnya Kakorlantas untuk launching nya," sambung perwira menengah dengan dua melati di pundaknya itu.

Selama dua hari penambahan masa uji coba, Ditlantas Polda Jatim akan tetap mengirim surat teguran simpatik. Pelanggar belum dikenakan tilang. Meski demikian para pelanggar tetap dikirimi surat teguran. Pelanggar diminta konfirmasi. Upaya tersebut sebagai bentuk sosialisasi.

AKBP Panji Anom menuturkan, untuk setiap harinya di RTMC terdapat 30 orang akan bertugas mengoperasikan perangkat sistem komputer tilang elektronik. Mereka dibagi menjadi tiga shift.

Sekedar diketahui sistem tilang elektronik atau Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi informasi.

Yakni dengan penggunaan CCTV yang terkoneksi dengan sistem. Nantinya CCTV tersebut akan merekam pengendara yang melanggar. Selanjutnya sistem akan menyajikan kendaraan bermotor secara otomatis automatic number plate recognition. Rekaman E-TLE digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas.

Kemudian pelanggar nanti akan dikirimi surat tilang konfirmasi. Pelanggar wajib melakukan konfirmasi dan membayar tilang elektronik melalui bank maupun mengikuti sidang. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia