Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Siswa SMKN Gantung Diri Berdalih karena Kerap Bebani Ortu

14 Januari 2020, 18: 41: 29 WIB | editor : Wijayanto

DIEVAKUASI: Petugas gabungan saat berusaha membawa korban ke rumah sakit.

DIEVAKUASI: Petugas gabungan saat berusaha membawa korban ke rumah sakit. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Seorang siswa SMK negeri di Surabaya ditemukan gantung diri di dapur rumahnya, Senin (13/1) siang. Korban adalah RH, 17, warga Jalan Pacar Keling VIII, Tambaksari ini ditemukan oleh ayahnya sendiri dalam keadaan tergantung.

Korban saat bunuh diri diketahui menggunakan seutas tali tambang yang diduga biasa digunakan sebagai perlengkapan pramuka. Korban sempat diberi pertolongan pertama namun nyawanya tidak terselamatkan.

Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan menuturkan, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 14.00. Saat itu, ayah korban Roedie Harmono curiga karena korban tidak keluar dari kamarnya.

Saat dipanggil tidak ada jawaban, kemudian ditemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri. Korban gantung diri menggunakan tali putih yang diikatkan ke kayu plafon atap rumahnya.

Ayah korban berteriak minta tolong dan menurunkan tubuh anak keduanya ini. “Saat itu masih bernapas, saat diberi pertolongan pertama namun tidak bisa tertolong,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, ia merasa hanya menjadi beban orang tuanya saja. Korban juga merasa bersalah dengan beberapa hal yang dilakukannya.

Ia sempat menulis surat wasiat yang isinya meminta maaf ke keluarganya dan juga teman-temannya. Jenazah korban akhirnya dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga mengenai kejadian ini. Setelah datang ke lokasi, ia menunggu Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan di lokasi.

Dari hasil penyelidikan, dipastikan jika korban meninggal dunia karena bunuh diri. “Sesuai surat wasiat korban meninggal dunia karena bunuh diri. Tidak ada tanda penganiayaan,” ungkapnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia