Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hadirkan Kebahagiaan Melalui Foto

14 Januari 2020, 18: 31: 27 WIB | editor : Wijayanto

ARTISTIK: D. Agung Krispimandoyo menjelaskan karya fotonya kepada Sutoto Yakobus (kanan) di Ciputra World Surabaya.

ARTISTIK: D. Agung Krispimandoyo menjelaskan karya fotonya kepada Sutoto Yakobus (kanan) di Ciputra World Surabaya. (HERNINDA CINTIA KEMALASARI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bermula dari kebiasaan membaca komik Mark Twain tentang perjalanan keliling dunia selama 365 hari dengan balon udara, Direktur Ciputra Development Tbk D. Agung Krispimandoyo mengumpulkan kenangan perjalanannya di berbagai negara dalam foto-foto hasil bidikan kameranya. Hingga saat ini, ada 63 negara yang telah disambangi Pimo, panggilan akrabnya.

Foto-foto perjalanannya ke 25 negara di antaranya ditampilkan dalam pameran foto bertajuk My Flat World di Ciputra World Mall Surabay.

Ada 30 foto yang dipamerkan, dari 100 foto jepretannya selama 10-15 tahun terakhir. Foto-foto itu dikurasi oleh Oscar Mutoloh, fotografer senior Antara. Kumpulan foto-foto itu ia rangkum ke dalam buku berjudul sama.

Pimo menyebutkan, My Flat World sebagai mahakarya di usianya yang menginjak angka 50 tahun. Seluruh fotonya memperlihatkan keindahan. Mulai dari foto bangunan yang megah, budaya, maupun kehidupan. "Saya lebih suka yang gembira. Saya tidak suka yang sedih-sedih. Sebab, saya ingin foto saya bisa membuat orang yang melihatnya berpikir positif," ujarnya.

Salah satu foto berjudul Sri Dauji Maharaj Temple diambil saat di Mathura, India. Foto ini menceritakan salah satu ritual yang menggambarkan kesejajaran posisi laki-laki dan perempuan. "Ini juga gambaran kegembiraan dari budaya di sana," imbuhnya.

Bapak dua orang anak ini mengaku sejak kecil sudah menggemari fotografi. Melalui kamera milik sang ayah yang seorang dokter gigi, Pimo sering bermain dan menggunakan sisa rol yang ada untuk memotret. Hingga akhirnya, Pimo akrab dengan dunia fotografi.

"Sebenarnya hobi ini sempat terhenti karena masih pakai rol film. Butuh ekstra biaya untuk bisa mencetak foto. Tapi sekarang perkembangan teknologi sangat pesat. Ada banyak jenis kamera yang dihadirkan. Akhirnya, passion soal foto tumbuh lagi," urainya.

Maka, Pimo selalu meluangkan waktunya untuk hunting foto baik di dalam maupun luar negeri. Kadang sendiri, bersama keluarga maupun ikut tur foto. "Pokoknya kalau ada kesempatan untuk memotret, akan saya jepret," ujarnya. (cin/rek)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia