Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Machfud Arifin Berharap Rekomendasi PAN untuk Pilwali Surabaya 2020

14 Januari 2020, 18: 19: 33 WIB | editor : Wijayanto

Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin

Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

Machfud Arifin Berharap Rekomendasi PAN

SURABAYA - Mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menggelar pertemuan dengan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Surabaya. Mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi ini berharap komunikasi politik ini bisa berbuah rekomendasi untuk maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya.

Sebelumnya Machfud Arifin juga sudah bertemu dengan PKB dan Partai Gerindra terkait dengan pencalonannya dalam Pilwali Surabaya 2020. "Silaturahmi biar saling tahu, orang ini siapa dan pernah berbuat apa. Pengenalan saja," ujar Machfud.

Menurut Machfud, pertemuan ini bagian dari komunikasi politik yang baik. Tentunya dia juga berharap agar PAN bisa merekomendasi dan berjuang bersama di Pilwali Surabaya 2020. "Insyaa Allah, bisa mencapai tujuan bersama-sama," katanya.

Machfud juga akan terus menjalin komunikasi politik dengan partai lain. Sebelumnya, dia juga telah menjalin komunikasi dengan PKB dan Gerindra. Menurut Machfud, PDI Perjuangan juga bagian dari teman yang terus diajak komunikasi. "Semua teman saya. Kita kontak-kontak biasa, silaturahmi nanti diagendakan," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Surabaya, Hafidz Suadi  menyampaikan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke DPP terkait siapa yang direkomendasi. Karena PAN Surabaya telah menyetorkan dua nama yakni Haryanto dan Machfud Arifin. "Semua masih menunggu DPP DPD PAN Surabaya hari ini mengusulkan dua orang, nanti DPP yang memutuskan. Dalam pengusulan calon, kami melihat prospek kemampuan seseorang dalam kepemimpinan," katanya.

Untuk Pilwali Surabaya 2020, hanya PDIP yang bisa mengusung calonnya sendiri, PDIP memperoleh kursi paling banyak, yakni 15 kursi. Disusul PKB, Gerindra, Golkar dan PKS yang masing-masing memperoleh lima kursi.

Selanjutnya partai Demokrat dan PSI yang masing-masing memperoleh empat kursi. Kemudian Nasdem dan PAN masing-masing memperoleh tiga kursi, dan terakhir PPP satu kursi. Partai-partai di luar PDIP ini harus berkoalisi untuk bisa mengusung calonnya saat Pilwali 2020 yang digelar September mendatang.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia