Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sutoto Yakobus: Ekonomi Melambat, Pasar Properti Tetap Lesu

14 Januari 2020, 18: 15: 05 WIB | editor : Wijayanto

FINISHING: Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan rumah di cluster Rotterdam 2 CitraHarmoni, Sidoarjo.

FINISHING: Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan rumah di cluster Rotterdam 2 CitraHarmoni, Sidoarjo. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Akibat kondisi ekonomi yang masih melambat pertumbuhannya, pasar properti tahun ini diperkirakan tidak akan banyak mengalami perubahan dibanding tahun lalu. Namun begitu developer tetap optimistis dengan merilis produknya yang terbaru.

Menurut Sutoto Yakobus, senior direktur PT Ciputra Development Tbk, tahun ini pihaknya tidak berharap terlalu banyak. Sebab, kondisi market properti diperkirakan tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. “Menurut kami, kondisinya tidak banyak berubah dari tahun lalu. Masih akan sama atau perubahannya tidak signifikan,” ujar Sutoto Yakobus.

Dikatakan, kondisi ini disebabkan banyak faktor. Salah satunya karena ekonomi nasional juga belum banyak mengalami perubahan. Pertumbuhannya juga masih melambat sehingga berimbas pada daya beli masyarakat.

Dia mengakui, perbankan sudah banyak membantu dengan menawarkan berbagai program menarik, seperti KPR dengan bunga yang ringan dan tenor yang lama. Selain itu DP (uang muka) juga bisa lebih longgar, bahkan hingga 5-10 persen.

“Namun semuanya masih terasa gregetnya. Pertumbuhannya masih lambat. Karena itu kami perkirakan tahun ini kondisinya akan sama dengan tahunn lalu,” tambahnya.

Meskipun begitu, di internal Ciputra Group, pihaknya harus tetap optimistis dengan mematok target moderat tumbuh sekitar 10 persen. Hal ini karena ada beberapa proyek tahun lalu yang mencapai target, namun ada juga yang masih kurang dari target.

“Yang justru bagus pertumbuhannya itu Jateng dan Semarang. Tiga proyek kami di sana semuanya mencapai target. Karena sekarang banyak industri yang relokasi ke sana dengan alasan UMK-nya lebih ringan,” ujar mantan ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim itu.

Sementara pasar di Surabaya diperkirakan masih melambat, namun begitu Ciputra Group tetap berusaha mendongkrak market dengan produk baru proyek yang sudah berjalan serta membangun proyek baru lagi. “Semester dua nanti kami akan ada dua proyek baru lagi yang akan kami launching,” kata Sutoto Yakobus. (fix/opi)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia