Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

25 Member MeMiles Luruk Polda Minta Aktivasi Aplikasi Investasi

14 Januari 2020, 17: 57: 07 WIB | editor : Wijayanto

MINTA AKTIVASI MEMILES: Member MeMiles yang tergabung dalam Komunitas Member MeMiles (KMM) saat konpers di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

MINTA AKTIVASI MEMILES: Member MeMiles yang tergabung dalam Komunitas Member MeMiles (KMM) saat konpers di Jakarta beberapa waktu yang lalu. (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak 25 orang member investasi MeMiles yang berasal dari Jakarta dan Bekasi mendatangi Markas Polda (Mapolda) Jatim, Selasa (14/1). Kedatangan mereka yang tergabung dalam Komunitas Member MeMiles (KMM) untuk menuntut Polda Jatim dan pemerintah agar mengaktifkan kembali aplikasi MeMiles.

Koordinator aksi, Yan Hendra, membantah jika MeMiles adalah investasi ilegal atau bodong seperti yang disebut-sebut selama ini. Menurut dia, MeMiles merupakan perusahaan aplikasi yang bergerak dalam penjualan slot iklan.

"MeMiles ini, saya klarifikasi kembali bukan investasi bodong, tapi perusahaan yang menjual slot iklan," terang Hendra di depan Mapolda Jatim.

Dia menerangkan bahwa pihak-pihak yang merasa dirugikan karena mereka belum memahami bisnis iklan MeMiles. Padahal, pihaknya dan para member lain yang tergabung dalam KMM merasa tidak dirugikan. "Kami ingin para member MeMiles yang bergabung, semua gerakan-gerakan di Jakarta itu menuntut MeMiles untuk aktif kembali," tegas pria yang juga member MeMiles itu.

Sebelumnya, Ketua KMM Intan Kemala di Jakarta menjabarkan bahwa cara perusahaan mengumpulkan dana dari nasabah dengan cara membeli slot iklan melalui aplikasi MeMiles. Member harus menyetorkan dana atau melakukan pengisian ulang (top-up). “Jadi, ini akumulasi setoran para member secara keseluruhan dan disebut sebagai omzet nasional,” ujarnya.

Kemudian, seluruh member yang tergabung berpotensi mendapatkan keuntungan alias reward. Mulai dari mendapatkan biaya umrah hingga mobil mewah. “Saya bisa pasang iklan dan bisa dapatkan reward hadiah dari promo top-up tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya tak pernah merasa dirugikan dengan aplikasi MeMiles. Dia mengklaim dirinya dan ribuan anggota lain justru diuntungkan karena mendapat reward atau hadiah dari MeMiles. “Kami bukan korban, kami butuh aplikasi MeMiles diaktifkan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa penyidik yang dipimpin Dirreskrimsus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan tengah melakukan penarikan aset dan reward yang diterima beberapa member MeMiles di Pekan Baru dan Sumatera. Termasuk di dalamnya reward mobil milik ED (Eka Deli). “Kebanyakan pada umumnya jenis kendaraan roda empat," tegasnya. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia